Lombok Post
Headline Metropolis

Paripurna DPRD NTB Oregade

NGACIR: Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi memasuki kendaraan dinasnya saat berbegas meninggalkan paripurna DPRD NTB, kemarin. Gubernur meninggalkan dewan saat paripurna LKPJ Gubernur diskors, lantaran agenda yang belum jelas.

*Ditelantarkan, Gubernur Ngeloyor Tinggalkan Sidang

MATARAM – Paripurna DPRD NTB terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur kemarin (27/4) berlangsung nggak jelas. Anggota dewan terlibat silang pendapat yang menyebabkan paripurna hujan interupsi.

Di tengah ketidakjelasan, Gubernur TGB HM Zainul Majdi yang sejak pukul 09.15 Wita sudah ada di gedung dewan, memilih ngeloyor meninggalkan paripurna. Sidang harus molor lebih dari satu jam. Dan begitu dibuka, harus diskors lagi lantaran persoalan agenda. a�?Saya diundang untuk sampaikan sambutan atas keputusan akhir. Tapi ternyata keputusan akhirnya belum jelas,a�? kata gubernur sembari bergegas meninggalkan ruang paripurna.

Digoda wartawan apakah dia sedang ngambek, gubernur menampik sembari melempar senyum. a�?Masak ngambek. Ndak ada orang ngambek,a�? kata orang nomor satu di NTB ini.

Saat itu, waktu telah menunjukkan pukul 11.30 Wita. Gubernur mengaku masih ada agenda lain yang juga penting untuk dihadiri. a�?Banyak agenda lain. Kasihan masyarakat yang lain nungguin juga,a�? kata gubernur.

Kalau ada paripurna berikutnya mau datang lagi? Gubernur memastikan akan datang kembali. a�?Ya datanglaha�� Masak nggak datang,a�? tandasnya.

Pangkal sengkarut paripurna DPRD NTB adalah agenda terkait penetapan rekomendasi DPRD NTB atas LKPJ yang telah disampaikan gubernur dan dibahas pula komisi-komisi di DPRD NTB.

Rupanya tidak pernah ada sinkronisasi sebelumnya di internal pimpinan dewan, pimpinan fraksi dan pimpinan komisi terkait rekomendasi yang hendak ditelurkan lembaga wakil rakyat. Karena itu, menjadi aneh, ketika kemarin (27/4), ujug-ujug rekomendasi DPRD NTB hendak disahkan dalam paripurna.

Hujan interusi pun dimulai. Padahal, paripurna belum lama dibuka. Lantaran tak ada titik temu terkait agenda soal rekomendasi ini, paripurna akhirnya diskors. Pimpinan fraksi, pimpinan komisi dan pimpinan DPRD NTB, menggelar rapat tertutup.

Para tamu undangan termasuk gubernur kemudian menunggu di ruang paripurna. Gubernur terlihat masih berada di tempat duduk, sembari sesekali terlihat memainkan telepon genggam. Beberapa kepala SKPD memilih ngobrol. Tak ada penjelasan apapun yang terkait dengan kepastian.

Sampai gubernur kemudian memilih beranjak dari tempat duduk, dan meninggalkan gedung dewan. Sebelum beranjak, dia sempat berbincang sejenak dengan dua anggota Fraksi Demokrat, dan bersalaman dengan anggota fraksi PKS.

Tak lama setelah gubernur ngacir, rapat pimpinan dewan dan pimpinan fraksi usai. Paripurna kembali dibuka. Namun, ketiadaan gubernur menjadi soal. a�?Ini sama saja kita lomba pidato kita sini. Tidak ada yang mendengarkan,a�? kata Ketua Fraksi PKS Johan Rosihan. Sesuai tata tertib, paripurna terakhir terkait LKPJ memang harus dihadiri salah satu gubernur atau wakil gubernur.

Hujan interupsi kembali menerjang. Terlebih setelah Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi, menyampaikan usulan pimpinan. Bahwa paripurna dilanjutkan, dengan agenda penyampaian hasil pembahasan komisi atas LKPJ gubernur. Untuk mewakili gubernur, Mori bahkan sempat mengusulkan Kepala Bappeda NTB H Chairul Mahsul, yang kebetulan memang terlihat di ruang paripurna. Namun, usul pimpinan dewan ditentang.

Dewan sempat terbelah dalam dua kubu. Ada pihak yang mengiginkan paripurna dilanjutkan. Laporan fraksi tidak perlu dibacakan, tapi dikumpulkan ke pimpinan. Sementara untuk rekomendasi DPRD NTB, akan disampaikan dalam rapat paripurna istimewa, yang digelar secara terpisah.

Kubu lain tetap menuntut paripurna diskor saja, untuk kemudian dilanjutkan setelahnya. Lantaran tidak mungkin mereduksi laporan komisi yang telah bersusah payah membahas LKPJ Gubernur. Lebih dari setengah jam, perdebatan dua kubu berlangsung.

Paripurna pun akhirnya diskors kembali. Pimpinan dewan diminta berkomunikasi dengan gubernur. Dan didapat kepastian, bahwa gubernur sedang menghadiri agenda lain yang juga penting. Sementara Wakil Gubernur H Muhammad Amin, juga memiliki agenda penting serupa.

Setelah lama berdebat, akhirnya dicapai juga kata sepakat, untuk menunda paripurna sampai hari ini dengan agenda yang sama. a�?Saya minta kita semua hadir tepat waktu,a�? kata Mori. Paripurna diagendakan dibuka pukul 09.00 Wita.

Wakil Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD NTB Nurdin Ranggabarani, menuntut agar paripurna nggak jelas seperti kemarin terakhir terjadi. Dia menilai, sengkarut itu kian diperparah lantaran pola komunikasi pimpinan DPRD NTB buruk.

Dengan tegas, Nurdin mendukung langkah gubernur yang meninggalkan paripurna. Terlebih, pimpinan dewan sama sekali kata dia tidak ada basa basi. Tidak ada permohonan maaf, lantaran paripurna yang molor. Lalu, paripurna di skors tanpa ada kejelasan apapun pada hadirin yang hadir.

Nurdin malah berseloroh. Dirinya heran, karena anggota forum komunikasi pimpinan daerah yang hadir di paripurna secara lengkap, tidak memilih meninggalkan paripurna. (kus/r9)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost