Sumbawa

Kriminalitas Bukan Hanya Laporan ke Polisi

* GRAVITASI Tanggapi Polres Sumbawa

MATARAM Gerakan Revitalisasi Kemanusiaan (GRAVITASI) Mataram menegaskan, dalam melakukan kajian pola dan tren kekerasan, kriminalitas per kabupaten, GRAVITASI menggunakan data Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK).

Seluruh data dalam SNPK tersebut merupakan insiden/peristiwa kekerasan yang bersumber dari berita surat kabar lokal dan nasional yang telah melalui verifikasi dan quality control yang bertingkat. Data tersebut diambil sejak tahun 1998 sampai dengan sekarang dan di-update setiap bulan.

a�?Data tersebut dapat diakses semua orang pada www.snpk-indonesia.com,a��a�� kata Ketua GRAVITASI, Munzirin, menjawab keraguan Polres Sumbawa tentang data yang dirilis pekan sebelumnya.

Dijelaskan, data kriminalitas yang terdapat dalam SNPK tersebut merupakan insiden kekerasan baik dalam bentuk perkelahian, pengeroyokan, penganiayaan atau perampokan.

Insiden-insiden tersebut merupakan peristiwa kriminalitas yang telah terjadi dan menjadi berita di media lokal dan nasional yang dijadikan sumber data oleh SNPK.

a�?Jadi, data SNPK yang menjadi sumber kajian GRAVITASI Mataram merupakan insiden-insiden yang telah terjadi dan telah menjadi berita di surat kabar lokal dan atau nasional,a��a�� katanya.

Menurut Munzirin, jika ada pihak lain yang memiliki data dan hasil analisis yang berbeda dengan hasil kajian GRAVITASI merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja. Lembaga itu, bisa jadi mereka memiliki sumber data dan metodologi yang berbeda dengan GRAVITASI.

Menurutnya, jika Kapolres Sumbawa meragukan hasil kajian GRAVITASI, itu hal yang sah-sah saja. GRAVITASI malahan senang jika keraguan itu didasarkan pada perbandingan data dan hasil analisis yang memadai. GRAVITASI membuka diri terhadap berbagai hasil kajian dan analisis pihak-pihak lain dan berharap hal tersebut dapat memperkaya hasil kajian yang dilakukan GRAVITASI.

Namun, kata Munzirin, tidak etis jika pihak lain dengan serta merta meminta GRAVITASI melakukan kajian ulang tanpa mengetahui dan mengklarifikasi sumber data dan metodologi yang digunakan oleh GRAVITASI.

a�?Hasil Kajian GRAVITASI Mataram tidak dimaksudkan untuk menyinggung atau memberikan stigma terhadap masyarakat di kabupaten tertentu,a��a�� ujarnya.

GRAVITASI justru berharap hasil kajian tersebut bisa dijadikan dasar untuk merumuskan kebijakan baik pemerintah maupun aparat keamanan. Sehingga dapat diambil langkah-langkah konkrit untuk mengurangi tindakan kriminal yang pada akhirnya menciptakan rasa aman di masyarakat.

Jiika dari hasil kajian GRAVITASI Mataram pada periode tahun 2010-2014, Kabupaten Sumbawa merupakan kabupaten tertinggi tingkat kriminalitasnya, maka GRAVITASI berharap Polres Sumbawa dan pemerintah daerah setempat dapat melakukan langkah-langkah yang dapat mengurangi insiden kriminalitas tersebut di masa yang akan datang.

Menurut Munzirin, data Polres Sumbawa, kemungkinan hanya menggunakan jumlah laporan/kasus yang ditangani oleh Polres. Sementara data GRAVITASI, bukan hanya menghitung laporan yang masuk dan ditangani. Ini justru menjadi sinyal bahwa masih banyak insiden kriminalitas yang tidak dilaporkan atau ditangani oleh Polres Sumbawa.

a�?Data SNPK mencatat seluruh insiden kriminalitas yang terjadi, baik yang ditangani maupun yang belum ditangani aparat kepolisian,a��a�� pungkasnya. (fat)

Related posts

Warga Sekokok : Kembalikan Lahan Kami

Redaksi Lombok post

Waspadai Konflik setelah PHK

Redaksi Lombok post

Dipanah Tetangga, Lapor Polisi

Iklan Lombok Post

Leave a Comment