Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Kontribusi Pertanian bagi PDRB Tertinggi

Sejumlah petani saat memanen padi beberapa waktu lalu.

MATARAM – Sektor pertanian masih menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB pada triwulan I tahun 2015.

Sektor ini menyumbangkan 22,86 persen bersama kehutanan dan perikanan. Disusul sektor pertambangan dan galian sebesar 18,10 persen dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,69 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyuddin menjelaskan, besarnya kontribusi sektor pertanian ini, didorong peningkatan produksi tanaman pangan. Sehingga pertumbuhan cukup tinggi pada kategori pertanian, kehutanan dan perikanan. Untuk kategori ini tumbuh sebesar 3,06 poin dibandingkan kategori pertambangan dan penggalian sebesar 1,00 poin.

Dia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi NTB saat ini yang mencapai Rp 23,19 triliun, tumbuh sebesar 16,53 persen. Angka ini lebih tinggi disbanding periode triwulan I tahun 2014 yang mencapai 6,84 persen. Ini didorong pertumbuhan pertambangan dan penggalian yang mencapai 86,78 persen.

a�?Ekonomi NTB tanpa sub sektor pertambangan bijih logam pada triwulan I 2015 mencapai 0,18 persen (q to q) atau sebesar 4,97 persen (y on y),a�? terangnya.

Ini disebabkan menurunnya aktivitas ekonomi pada kategori industri pengolahan, yang mengalami kontraksi. Terutama industri pengolahan tembakau, karena sangat bergantung pada komoditas perkebunan tembakau yang juga mengalami penurunan produksi.

Melihat besarnya kontribusi sektor pertanian, kata dia, pemerintah mestinya menjadikan sektor ini sebagai prioritas pembangunan. Apalagi sektor ini mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak.

a�?Pada Februari tahun ini, pertanian mampu menyerap sekitar 44,56 persen tenaga kerja. Mengalami peningkatan hingga 15.109 orang atau 1,50 persen,a�? terangnya.

Perhatian yang diberikan bagi sektor pertanian, kata dia, misalnya peningkatan keterampilan para petani. Apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), peningkatan SDM, termasuk SDM petani, harus selalu diupayakan. Apalagi berdasarkan data, pekerja di sektor pertanian didominasi pendidikan SMP ke bawah, yaitu mencapai 1.636.115 orang atau 71,42 persen.

a�?Mereka yang sudah terlanjur jadi petani, diberikan keterampilan. Sementara penduduk yang belum memasuki usia kerja, didorong terus untuk terus menempuh pendidikan,a�? tutupnya. (cr-ewi/r4)

Berita Lainnya

BPJS TK NTB Gelar Pasar Murah 2.046 Paket Sembako

Redaksi Lombok Post

BPJSTK NTB Lindungi 25.545 Pekerja Migran Indonesia

Redaksi Lombok Post

BCA Salurkan CSR Untuk Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post