Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

TPK Hotel Meningkat

BERGAIRAH: Salah satu kegiatan pertemuan yang digelar di salah satu hotel di Mataram. Salah satu pemicunya, pelonggaran kebijakan MenPAN RB tentang pertemuan di hotel bagi PNS.

* Dampak Pelonggaran Kebijakan MenPAN-RB

A�

MATARAM – Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di NTB pada Maret lalu kembali meningkat. Hal ini dipicu dilonggarkannya kebijakan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) terkait larangan bagi PNS menggelar kegiatan di hotel.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) NTB tercatat TPK bulan Maret naik 2,03 poin, atau sebesar 33,81 persen dari bulan Februari sebesar 31,78 persen.

a�?Sejak Maret yang lalu sudah banyak SKPD yang menyelenggarakan kegiatan di hotel,a�? kata Kepala BPS NTB Wahyuddin, pada Lombok Post, Selasa (5/5) kemarin.

Menurut Wahyuddin, banyak hotel yang mengandalkan pemasukan dari pemerintah. Karenanya ketika pelarangan berkegiatan di hotel dikeluarkan Menteri Yuddy, otomatis berpengaruh pada pendapatan perhotelan, yang juga berdampak pada sektor-sektor lainnya.

a�?Efeknya merambah kemana-mana,a�? ujarnya.

Dengan adanya pelonggaran kebijakan, Wahyuddin berharap bisa mendorong kembali sektor perhotelan untuk tumbuh dan berkembang. Serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian di daerah, maupun nasional.

a�?Dampak positifnya tenaga kerja terserap, pengangguran bisa dikurangi,a�? terangnya.

Dengan adanya pertemuan di hotel, para peserta dari luar daerah sudah dipastikan akan menginap. Ini, tentu saja mempengaruhi rata-rata lama menginap (RLM) di hotel.

Dikatakan, RLM tamu hotel pada Maret tahun ini, tercatat 2,23 hari dengan jumlah tamu yang menginap sebanyak 35.842 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan Februari, sebanyak 26.070 orang.

a�?Jumlahnya meningkat tapi persentasi RLM-nya turun sebesar 0,07 persen,a�? terangnya.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) Reza Bovier membenarkan, pada Maret lalu otel di Kota Mataram menggeliat. Instansi pemerintahan, baik daerah maupun nasional sudah banyak menggelar kegiatan di hotel.

Reza mencontohkan, untuk Hotel Santika Mataram, pada Januari hingga Maret sudah ada 83 kegiatan tanpa tamu menginap. Sementara pertemuan dengan tamu menginap sebanyak 508 kegiatan.

a�?Pelonggaran kebijakan MenPAN-RB ini membantu pertumbuhan hotel,a�? tutupnya. (cr-ewi/r4)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Pola Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf Serupa

Redaksi LombokPost

Kades Jangan Alergi Diperiksa!

Redaksi LombokPost

Surya Paloh Road Show ke Lombok

Redaksi LombokPost