Lombok Post
Metropolis

Adowa�� Tata Batas Tak Kunjung Tuntas

H Abdul Hakim

MATARAM – Sengketa batas wilayah yang melibatkan lima kabupaten di NTB tak kunjung tutnas. Lima daerah itu seakan tak mau akur. Target tuntas pada Maret rupanya tak bisa dipenuhi. Saat ini proses sidang sengketa bahkan masih berlangsung di Kementerian Dalam Negeri.

a�?Terakhir, kami sidang Selasa pekan lalu di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta,a�? kata Asisten I Pemprov NTB H Abdul Hakim, kemarin (6/5).

Hakim mengatakan, persoalan batas wilayah ini sebetulnya telah molor amat lama. Harusnya batas ini sudah tuntas pada 2014 lalu. Namun, lantaran pembicaraan yang alot, sehingga molor dari target yang telah ditetapkan Kementerian Dalam Negeri.

Yang paling alot dan butuh waktu lebih lama adalah batas wilayah antara Sumbawa dan Sumbawa Barat. Titik alot berada pada perbatasan di Sumur Sako dan Pulau Kalong. Bagi Pemkab Sumbawa Barat, merujuk pada UU No 30/ 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Sumbawa Barat, Pulau Kalong masuk dalam wilayah KSB. Hal ini juga diperkuat oleh Keputusan Gubernur No 296/2009 tentang Penegasan Batas Wilayah Administrasi antara KSB dan Sumbawa.

Namun, hal ini ditentang Kabupaten Sumbawa. Bahkan, Keputusan Gubernur digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dan belakangan, keputusan Gubernur itu dinyatakan tidak final dan mengikat.

Sementara mengacu pada UU 30/2003, Pemkab Sumbawa kata Hakim berpandangan kalau UU itu tak bisa dijadikan acuan batas wilayah, lantaran hanya menyebut batas antara kecamatan dari kedua kabupaten. Sehingga tidak menyebut titik koordinat batas kedua wilayah.

Terhadap sengketa batas wilayah ini, posisi provinsi sendiri kata Hakim adalah sebagai fasilitator semata. Yakni dengan mempertemukan masing-masing kabupaten untuk membahas kelanjutan penetapan batas wilayah mereka.

Kini dengan proses yang sudah dijalankan di Kemendagri, Hakim berharap setidaknya pada Agustus 2015, penetapan tapal batas pada daerah bersengketa ini sudah tuntas. a�?Mudah-mudahan segera ada titik temu,a�? tandasnya. (kus/r9)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost