Lombok Post
Metropolis

Kurtubi Kawal Sistem Listrik NTB

KONTROL : Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Dr Kurtubi saat memastikan data mengenai sistem kelistrikan di NTB saat bertemu pimpinan PLN Wilayah NTB

*Sayangkan Newmont Belum Realisasikan Penjualan 5 MW

MATARAM – Anggota Komisi VII DPR RI Dr Kurtubi mendorong PLN wilayah NTB terus meningkatkan rasio elektrifikasi sekaligus menekan biaya pokok harga listrik per Kwh. Meskipun ada kemajuan, namun masih perlu digenjot.

a�?Belum aman sepenuhnya. PLN di NTB harus terus mengoptimalkan kinerjanya dengan baik sehingga berdampak signifikan terhadap rakyat,a�? kata Kurtubi saat bertemu pimpinan PLN wilayah NTB, kemarin (6/5).

Kemajuan lainnya terkait biaya pokok produksi listrik di NTB mulai turun dari sebelumnya Rp3400 /Kwh menjadi Rp2400/Kwh. Terjadi penurunan Rp1000. Kurtubi menyayangkan penggunaan Bahan Bakan Minya (BBM) untuk pembangkit listrik tenaga disel terutama mesin yang disewa PLN.

Padahal, kata Kurtubi, NTB sudah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang yang harus dimaksimalkan. Penggunaan bahan bakar batu bara dinilai sangat efektif menekan biaya yang dikeluarkan PLN. a�?Komisi VII sudah menyampaikan kepada menteri ESDM terkait masalah kelistrikan di NTB. Kami akan mengawal terus menerus sehingga sistem kelistrikan di NTB benar-benar memadai,a�? tandas dia.

Disinggung mengenai kebutuhan listrik untuk Pulau Sumbawa. Kurtubi mendukung upaya PLN membeli kelebihan tenaga listrik dari PT Newmont Nusa Tenggara sebesar 5 MW. Meski begitu, dia mengutarakan kekecewaannya terhadap Newmont yang hingga saat ini belum menyikapi serius tawaran PLN tersebut.

Politikus Partai Nasdem yang mewakili masyarkat NTB ini berharap PT NNT berpihak pada rakyat Sumbawa dan bersedia menjual 5 MW listriknya kepada PLN. Peningkatan kebutuhan listrik baik di Lombok dan Pulau Sumbawa itu dinilai penting guna kesejahteraan rakyat. Artinya, perekonomian rakyat akan bergerak, dapat mengundang datangnya investor dan industri-industri kian menggeliat.

Sementara itu, General Manager PT PLN Wilayah NTB Dwi Kusnanto menjelaskan pihaknya berhasil menekan angka kebocoran akibat penggunaan tenaga listrik secara ilegal. Dari hasil operasi yang digelar serentak, PLN mampu menghasilkan 2600 Kwh. a�?Kami juga berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi hingga 5 persen dan terus berupaya maksimal membenahi sistem kelistrikan di NTB,a�? kata Dwi Kusnanto kepada wartawan.

Saat ini beban puncak untuk sistem kelistrikan Lombok mencapai 190 MW dengan daya mampu 201 MW. Adapun beban puncak di sistem kelistrikan Pulau Sumbawa mencapai 38 MW dengan daya mampu 39 MW hingga 40 MW. Meski begitu, pihaknya optimistis masyarakat NTB dapat menikmati listrik dengan tenang hingga bulan puasa dan lebaran. (tan/r9)

Berita Lainnya

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost

Baginya, yang Penting Jangan Mengemis!

Redaksi LombokPost

Ibu Kota kok Kotor?

Redaksi LombokPost