Lombok Post
Metropolis

Tangkap Pengedar Kunci Jawaban!

Ujian Nasional
ilustrasi siswa sedang melakukan Ujian nasional

MATARAM a�� Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Herman meminta aparat penegak hukum menangkap oknum penjual kunci jawaban pada siswa. a�?Tangkap dia. Jangan diberi ampun,a�? tegasnya.

Ia sangat menyesalkan masih ada pihak bermain, dan ingin mengambil untung dari pelaksanaan ujian nasional (UN). Dampaknya tentu sangat tidak baik bagi mental siswa dan mencoreng nama baik daerah. Untuk itu, oknum pengedar maupun pembuat harus diberikan hukuman setimpal.A� a�?Perbuatan mereka ini sangat mengganggu dan bisa masuk perkara pidana,a�? katanya.

Jika tidak ditindak tegas, maka para pelaku akan terus melakukan aksinya. Sebab UN sendiri diadakan setiap tahun. Meski sistem sudah berubah, dimana UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, namun psikologi siswa masih mudah terpengaruh. Biasanya oknum tersebut menggoda dengan menakut-nakuti siswa tidak akan lulus.

a�?Dia merusak pikiran para siswa, mereka yang tadi percaya diri jadi tergoda menggunakan kunci jawaban,a�? ujar politisi Gerindra ini.

Herman khawatir, tahun depan penjual kunci jawaban akan beraksi lagi. Tentu dengan modus baru. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram tidak boleh diam melihat kecurangan ini. a�?Harus bergerak cepat dan tanggap,a�? imbuhnya.

Sementara di tempat terpisah Kabidhumas Polda NTB, AKBP M Suryo S mengatakan, polisi belum bisa bertindak terkait temuan kunci jawaban tersebut. Alasannya, belum ada laporan resmi yang masuk. a�?Laporan resmi kami belum terima terkait penemuan tersebut,a�? ujar Suryo.

Kata Suryo, sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan, apakah kunci jawaban yang ditemukan sesuai dengan soal dan kunci jawaban UN resmi. Jika hal itu bisa ditelusuri dan dibuktikan, maka masuk kategori tindakan pidana. a�?Yang menyebarkan kunci jawaban inilah yang melanggar,a�? jelas Suryo.(ili/ cr-deq/r8)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost