Lombok Post
Kriminal

Kerap Terima Pesanan dari Tamu Hotel

DIGELANDANG: PB, mucikari sejumlah wanita, diperiksa di unit PPA, Mapolresta Mataram, Jumat (15/5).

Tersangka penyedia PSK via online, PB ternyata banyak menerima order. Kebanyakan pelanggannya, tamu dari luar daerah yang menginap di sejumlah hotel. PSK yang disediakan PB, juga bukan PSK sembarangan.

Kemarin (17/5), tiga hari sudah PB (bukan Putu Suarte/PS, Red) meringkuk di tahanan Polres Mataram. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, warga Cilinaya, Cakranegara tersebut masih dimintai keterangan oleh penyidik. PB mulai ditahan aparat pada, Jumat (15/5).

Mucikari tersebut diduga terlibat dalam prostitusi online yang menyasar pelanggan kelas menengah ke atas. Dia memiliki sejumlah a�?anak asuha�?. Salah satunya, PJ, 19 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG). PJ sendiri diciduk polisi saat bersama PB.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Mataram AKP Agus Dwi Ananto, harga yang ditawarkan PB kepada pelanggannya cukup tinggi. Biasanya sekali kencan, harga yang ditawarkan antara Rp 500 ribu, hingga jutaan rupiah. Namun sejauh ini PB mengaku hanya a�?menjuala�? PJ saja. Namun polisi masih mendalami, kemungkinan adanya cewek lain yang juga dijajakkan PB.

Ditanya dari mana ia mengenal PJ, PB mengaku pertemuan kali pertama dengan cewek panggilan tersebut terjadi di sebuah hotel. Dari sana, mereka kemudian menjalin komunikasi intens via sms dan telepon. Mereka akhirnya sepakat masuk dalam bisnis esek-esek.

PB sendiri menawarkan PJ, kepada sejumlah pria hidung belang yang kebanyakan tamu hotel. Menurut pengakuan PB, dari transaksi tersebut, ia mendapatkan Rp 100 ribu.

Ia sendiri tetap tidak mau membeberkan berapa banyak PSK yang dijajakkannya. Saat ditanya watawan, PB tidak merespons.

Namun Agus mengatakan tidak menutup kemungkinan ada wanita lain yang terlibat dalam jaringan prostitusi PB. Bahkan mungkin ada kasus penjualan manusia alias human trafficking dalam kasus tersebut. a�?PJ sendiri kami anggap korban dalam kasus ini,a�? jelasnya. (cr-deq/r4)

Berita Lainnya

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Kejati NTB Selamatkan Uang Negara Rp 4 Miliar

Redaksi LombokPost

TNI Polri di NTB Tetap Solid

Redaksi LombokPost

Jalan Terjal Memburu Para Bandar

Redaksi LombokPost

Aksi Penjambret Terhenti Setelah Tiga Jam Beraksi

Redaksi LombokPost

Polda NTB Raih Hassan Wirajuda Award

Redaksi LombokPost

Kabur, Pasien RSJ Selagalas Gantung Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik Siap Gelar Perkara Laporan Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Jaksa Tuntut Ringan Terdakwa Tapun

Redaksi LombokPost