Lombok Post
Headline Praya

Kodim Bongkar Dua Gudang Pupuk Palsu

TUMPUKAN PUPUK: Inilah tumpukan pupuk yang diduga palsu yang ditemukan di Desa Gemel, Jonggat.

PRAYA – Kasus peredaraan dugaan pupuk palsu kembali terjadi di musim tanam kedua di Lombok Tengah. Hal itu diketahui setelah anggota Kodim 1620/Loteng membongkarnya di dua lokasi berbeda.

Hari pertama dilakukan di Desa Gemel Jonggat. Hasilnya, ditemukan pupuk jenis SP36 sebanyak 58 karung atau 2,9 ton. Pupuk ini diduga palsu karena sampul karungnya bertulis SP-36 yang diproduksi CV Syadana Agro Anality. Bukan PT Petrokimia Gresik.

a�?Yang jelas, ini tidak sesuai dengan ciri-ciri pupuk asli,a�? kata Serda Muhamad Faisal selaku Babinsa desa.

Yang asli, bertuliskan SP36 tidak ada strip atau tanda titik misalnya, SP-36 atau SP3.6 dan sebagainya. Yang lebih penting lagi pupuk ini diproduksi PT Petrokimia Gresik. Sementara, untuk kandungan pospat alamnya cukup keras, sehingga saat ditaburi ke tanaman, pupuk ini bertahan untuk beberapa hari.

Temuan ini sendiri berawal dari informasi yang diterima Babinsa. Dia pun mengajak Ketua Gapoktan Desa Gemel Abdurahim dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) H Sahri.

a�?Bagi kami ini modus peredaran pupuk palsu seperti pada musim tanam pertama,a�? tegasnya.

Aksi penggerebekan pasukan loreng ini, membuat pengecer inisial HA tidak bisa berkata banyak. Dia mengaku tidak tahu menahu soal pupuk asli atau pun palsu. Yang dia tahu membantu petani mempermudah mendapatkan akses pupuk bersubdisi. a�?Kami tidak tahu apa-apa,a�? ujarnya.

Kendati demikian, Kodim menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut ke polisi. Mereka pun membawa barang bukti 58 karung pupuk jenis SP-36 tersebut. Termasuk, memintai keterangan pemilik.

Di tempat berbeda dihari kedua Sabtu, kemarin. Kodim 1620/Loteng kembali menemukan dugaan pupuk palsu di Lingkungan Tiwu Asem Kelurahan Renteng Praya tepatnya di kios milik UD Komala Indah.

Hasilnya, ditemukan jenis pupuk SP-3,6 dengan logo kambing yang produksi CV Karya Tunggal. Selanjutnya jenis yang sama, namun berbeda tulisan yaitu SP-36 Supra Phos dan SP-36 Plus Supra Phos diproduksi CV Surya Citra Perkasa. Terakhir, NPK Phounska Ladang Subur yang diproduksi CV Sri Rama berlogokan sapi.

Untuk jenis pupuk SP-3,6 dibeli dari pengecer keliling dengan harga Rp 125 ribu per kuintal. Lalu SP-36 Supra Phos dan SP-36 Plus Supra Phos serta NPK Phounska dibeli dari salah satu warga Gerung Lombok Barat masing-masing seharga Rp 140 ribu per kuintal. Totalnya mencapai 12 ton.

a�?Semua temuan kami itu, kami serahkan ke pihak berwajib. Selanjutnya, kami terus melakukan pengawasan terhadap peredaran pupuk ini,a�? kata Dandim 1620/Loteng Letkol. Inf. Gatot Heru Buana.

Dikatakan Heru Buana, guna mempersempit ruang gerak peredaran pupuk palsu ini, membutuhkan kerja sama semua pihak. a�?Untuk mengetahui apakah pupuk itu palsu atau tidak, akan dilakukan uji laboratorium,a�? ungkapnya.(dss/r11)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Banyak PNS Cerai Gara-gara Selingkuh

Redaksi LombokPost

Islam Itu Rahmatan lil Alamin

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post