Lombok Post
Praya

Uji Kemampuan Pencegahan Dini, Libatkan 300 Personel

PENANGANAN TERORISME: Inilah simulasi penanganan terorisme di Bandara Internasional Lombok (BIL)

*Dari Latihan PKD di BIL (2-habis)

Latihan penanggulangan keadaan darurat (PKD) di Bandara Internasional Lombok (BIL) melibatkan 300 personel dari enam instansi terkait.

***

KEENAM instansi tersebut, yaitu Kepolisian, TNI, PMII, Dinas Kesehatan (Dikes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PT Angkasa Pura I (AP). Mereka serius mengikuti latihan PKD ini. Seolah-olah musibah di bandara itu benar-benar terjadi.

Mereka saling bahu membahu melakukan pertolongan, baik kepada korban kecelakaan pesawat, aksi terorisme dan kebakaran. Masing-masing kelompok dan orang memiliki tugas berbeda. Ada bagian mengangkat tandu, memberikan perawatan medis, hingga membawa menggunakan ambulans.

Tidak ketinggalan, ada juga mereka yang berperan penting dalam mengatur lalu lintas kendaraan ambulans. Seluruh tugas itu pun mendapatkan penilaian langsung dari pimpinan mereka masing-masing. Khususnya lagi otoritas bandara tingkat pusat.

Karena kegiatan itu dilaksanakan serentak di sejumlah bandara di Indonesia. Masing-masing harus mendapatkan penilaian positif atas tindakan penanggulangan kecelakaan pesawat, aksi terorisme dan kebakaran. Yang dinilai adalah kekompakan menyelesaikan setiap musibah. Khususnya lagi, penanganan dini sebelum mengalami korban jiwa.

Kendati terdapat kendala kecil di lapangan. Namun, latihan PKD berjalan lancar. Terakhir, latihan semacam itu dilaksanakan pada 2013 lalu. Untuk kelas bandara yang berdiri di Desa Tanak Awu itu, kegiatan tersebut dilaksanakan tiga tahun sekali.

Sementara Bandara Ngurah Rai di Denpasar Bali, Djuanda di Surabaya, Sepinggan di Balikpapan, Sultan Hasanudin di Makassar dan Soekarno-Hatta di Jakarta dilaksanakan latihan yang sama dua tahun sekali.

a�?Kalau BIL kita jalankan latihan skala parsial saja. Beda halnya dengan bandara besar,a�? ujar Direktur Operasional AP I Pusat Yushan Sayuti.

Bagi Yushan, bandara kelas Surabaya atau Jakarta rentan sekali terjadinya berbagai kasus kecelakaan pesawat, aksi terorisme atau kebakaran. Sehingga, dibutuhkan konsep latihan yang ekstra. Untuk sementara hasil latihan di BIL, menurut Yushan berjalan sesuai prosedur keselamatan bandara.

Terhadap beberapa hal yang perlu dievaluasi, Yushan meminta diperbaiki dalam latihan tiga tahun kedepan. Dengan harapan, kegiatan PKD berjalan seolah-olah terjadi. Bukan dijadikan ajang main-main atau formalitas semata.

a�?Kita sama-sama berdoa, semoga pelayanan penerbangan kita tetap aman dan lancar. Tidak ada masalah sedikit pun,a�? ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar otoritas bandara di bawah naungan AP I tetap menjalankan antisipasi dini. Dengan cara, menyiapkan seluruh perlengkapan yang ada guna melakukan pencegahan. Khususnya lagi, keamanan seluruh area bandara. a�?Kalau ada pagar besinya yang roboh agar secepatnya diperbaiki. Begitu pula kalau kurang aman, disiapkan penjagaan ketat,a�? serunya.

Sementara itu, General Manager (GM) AP BIL Pujiono menekankan, alat PKD di BIL bisa dikatakan lengkap dan canggih. Kalau pun ada yang kurang tinggal meminta bantuan ke bandara Ngurah Rai Bali seperti kasus tergelincirnya pesawat Garuda jenis ATR 7040. a�?Bandara kita ini sudah memenuhi syarat prosedural keselamatan,a�? tambah Pujiono.(Dedi Shopan Shopian )

Berita Lainnya

Tiga Kios Warga Hangus Terbakar

Redaksi LombokPost

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Loteng Susun Regulasi Pendidikan Inklusi

Redaksi LombokPost

Bangun Mandalika, ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Redaksi LombokPost

Penjualan Songket Sukarara Anjlok

Redaksi LombokPost

Warga Merasa Bayar Angin, Bukan Air PDAM

Redaksi LombokPost

150 Pendaki Jajal Jalur Aik Berik

Redaksi LombokPost

BPK Periksa 10 Desa di Loteng

Redaksi LombokPost