Lombok Post
Metropolis

Dewan Minta Seluruh Kampus Ditelisik

ilustrasi Ijazah Palsu

*Soal Kemungkinan Ijazah Palsu

MATARAM a�� Terungkapnya praktik jual beli ijazah di beberapa daerah menjadi keprihatinan banyak khalayak. Tak terkecuali kalangan wakil rakyat di NTB. Komisi V DPRD NTB yang membidangi masalah pendidikan pun meminta instansi terkait segera bergerak untuk mengecek kemungkinan terjadinya praktik serupa di NTB.

Tak tanggung-tanggung. Dewan pun menyarankan, agar seluruh institusi perguruan tinggi di NTB, ditelisik. a�?Tidak menutup kemungkinan ini juga terjadi di NTB. Memang harus dilakukan investigasi khusus,a�? kata Ketua Komisi V Hj Wartiah.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, Komisi V berencana memanggil SKPD terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB untuk membahas masalah tersebut.

Dewan menyarankan SKPD terkait bersama aparat penegak hukum untuk mengusut praktik curang tersebut. Termasuk dengan melakukan penyisiran ke sejumlah perguruan tinggi di NTB, mulai yang berada di pusat kota hingga di pelosok-pelosok. a�?Sisir perguruan tinggi sampai ke pelosok-pelosok. Apakah ada yang abal-abal alias tidak punya ijin,a�? kata Wartiah.

Dia menegaskan, praktik jual beli ijazah ibarat penghinaan terhadap institusi pendidikan. Menurutnya, ini tidak adil karena banyak orang lain yang sudah mengorbankan waktu, pikiran, dan biaya yang tak sedikit demi menuntaskan pendidikan. Namun, di sisi lain justru ada oknum tertentu yang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan gelar tertentu.

a�?Saya juga sangat geram dengan praktik semacam ini. Kita sekolah itu kan gak mudah kok ada orang yang ambil jalan pintas demi mengejar jabatan tertentu,a�? tegas Wartiah.

Untuk itu, ia juga mendorong agar pemerintah kelak menindak tegas oknum pembuat dan pengguna ijazah palsu atau ijazah bodong, terutama di kalangan pejabat. Menurutnya, tidak sulit untuk mengungkap penggunaan ijazah tersebut. Caranya adalah dengan mengecek data mahasiswa yang ada di sebuah universitas. Dari situlah akan diketahui semua proses perkualiahan seseorang dari semester awal hingga akhir.

Senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga NTB H Rosiadi Sayuti. Pihaknya bakal menyisir perguruan tinggi di NTB. Kampus yang terbukti tak mengantongi izin akan ditutup.

Dalam hal ini, pihaknya juga mengharapkan peran serta aparat penegak hukum. a�?Tidak ada toleransi bagi kampus abal-abal yang mengeluarkan ijazah palsu,a�? tegasnya. (uki/r12)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost