Lombok Post
Metropolis

Mau Berhaji, Tunggu 17 Tahun Lagi

Haji

MATARAM – Jamaah calon haji (JCH) yang sudah pernah berhaji harus bersabar. Berdasarkan peraturan Menteri Agama, mereka yang sudah berhaji harus menunggu sekitar 17 tahun lagi untuk berangkat haji.

a�?Hal ini dilakukan untuk memprioritaskan calon jamaah yang belum berhaji sama sekali,a�? kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H Burhanul Islam.

Dia menilai, tingginya animo warga Kota Mataram yang ingin berhaji tidak sebanding dengan kuota haji yang tersedia.
Tak heran, tiap tahun antrean calon jamaah semakin panjang. Karena itu, Kemenag lantas memprioritaskan jamaah yang belum berhaji sama sekali.

Dipaparkan, kuota haji untuk Indonesia masih tetap 158.800 orang. Kuota ini berkurang 20 persen dari jumlah awal sebesar 226.000 jamaah. Hal ini dikarenakan adanya perbaikan Masjidilharam Makah. Kuota haji untuk Mataram pada pemberangkatan tahun ini sebanyak 476 orang. Calon jamaah tersebar di beberapa kecamatan. Dari Ampenan 83 orang, Sekarbela 58 orang, Mataram 126 orang, Selaparang 102 orang, Cakranegara 58 orang, dan Sandubaya 49 orang. Jumlah ini masih perkiraan, sehingga ada kemungkinan terjadi perubahan.

a�?Jumlah pasti jamaah yang diberangkatkan akan diketahui setelah pelunasan ONH,a�? ujar Burhanul.

Dijelaskan, pelunasan ONH dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama dimulai 1-30 Juni, tahap kedua 7 Juli-13 Juli. Sedangkan tahap ketiga sepuluh hari sebelum penutupan pembuatan visa.

a�?Biaya haji sebesar 2.962 USD, atau turun sekitar 509 USD dibanding tahun lalu,a�? ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengingatkan para jamaah mulai mempersiapkan diri. Meski musim haji masih berlangsung beberapa bulan lagi, persiapan sebaiknya mulai dilakukan, terutama persiapan fisik dan mental.

Menurutnya, para jamaah calon haji harus menjaga kesehatannya. Ia tidak ingin ada jamaah yang tidak jadi diberangkatkan karena masalah kesehatan.

a�?Selain kesehatan, jamaah juga harus mempersiapkan mental,a�? tambahnya. (cr-fer/r4)

Berita Lainnya

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost

Pak Jokowi, Bebaskan Baiq Nuril!

Redaksi Lombok Post

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Bikin Menu Nasiq Lobi Hingga Manuq Sebur Saus Lebui

Redaksi LombokPost