Lombok Post
Headline Kriminal

Polisi Narkoba Dibekuk

DITANGKAP: FS, anggota polisi yang diduga terlibat narkoba jenis sabu yang ditangkap pekan lalu.

MATARAM – Polisi nakal memang pantas disandang FS. Anggota Polres Lombok Tengah tersebut, diduga terlibat kasus narkoba. FS akhirnya digerebek bersama wanita berinisial FT di dalam sebuah kamar di Lingkungan Karang Bagu, oleh anggota Sat Res Narkoba Polda NTB.

Pada malam kejadian, polisi sudah merencanakan penangkapan terhadap FS. Polisi yang menerima informasi bahwa FS tengah mendatangi sebuah rumah di Lingkungan Karang Bagu, langsung meluncur ke TKP.

Rumah tersebut sebelumnya memang sudah lama dipantau polisi, karena menjadi tempat tinggal seorang wanita berinisal FT yang diduga terlibat sebagai pengedar narkoba.

a�?Sebelumnya FT pernah ditangkap, tapi hanya dikenakan wajib lapor karena kurang cukup bukti,a�? ungkap Kasubdit II Dit Narkoba I Komang Satra yang memimpin penggerebekkan malam itu.

Pada pukul 19.15 Wita, Komang Sastra dan timnya berkumpul di sebuah tempat untuk merencanakan aksinya pada malam itu. Dengan secarik kertas dan sebuah pulpen, ia menginstruksikan anggotanya agar melakukan aksinya dengan cepat, tepat, dan fokus.

Kemudian sekitar pukul 19.45 Wita, tim yang beranggotakan sekitar 25 orang tersebut berangkat dengan jalan yang terpisah. Entah rencana apa yang akan dilakukan polisi. Lombok Post yang saat itu diizinkan mengikuti penggerebekan tersebut hanya bisa mengikuti mereka tanpa banyak bertanya.

Setelah beberapa kali salah satu anggota polisi membaca beberapa pesan dari handphonenya, aksi penangkapan pun dimulai sekitar pukul 20.00 Wita. Empat polisi memasuki lingkungan tersebut dan memarkir motornya di depan sebuah rumah. Dengan cepat polisi tersebut memasuki rumah tersebut. Terlihat di halaman rumah, lima laki-laki, di antaranya terlihat seperti pelajar tengah berkumpul.

Mereka terlihat gugup melihat kedatangan polisi. Salah satu dari mereka berupaya pergi dengan alasan akan kembali lagi setelah menaruh kembali ayamnya di rumahnya. Namun polisi tidak percaya begitu saja. Dengan tegas polisi menyuruhnya kembali bergabung dengan empat orang temannya.

a�?Jangan kemana mana kamu, duduk,a�? tegas anggota polisi tersebut.

Ternyata, polisi menemukan satu poket sabu di sebelah kandang ayam. Kelima pria tersebut kemudian hanya bisa saling melihat satu sama lainnya ketika polisi menanyai mereka. Namun mereka hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Lalu tiba tiba terdengar gonggongan anjing dari sebuah rumah yang terletak tidak jauh dari rumah yang dimasuki polisi tersebut. Gonggongan tersebut berasal dari anjing pelacak yang dibawa anggota kepolisian lainnya. Ternyata polisi yang mengambil jalan lain tadi sudah berada di rumah tersebut bersama anjing pelacak. Dua anjing itu langsung menyasar sejumlah kamar yang terlihat seperti kos-kosan.

Tanpa ada tempat yang terlewatkan, anjing itu terus mengendus semua wilayah di sekitar rumah. Hingga salah satu anjing menggonggong di sebuah semak semak yang di bawahnya terlihat satu poket sabu yang sudah dibuang.

Tak mau menunggu lama, salah satu polisi bersama Komang, menaiki sebuah bangunan tingkat dua yang masih satu halaman dengan kos kosan tadi. Setelah membuka sebuah kamar yang terletak di lantai dua, polisi mendapati seorang lelaki bertubuh gempal sedang tertidur. Di sampingnya terlihat wanita sedang bermain handphone.

Polisi langsung menanyai pria tersebut. Namun dengan santainya pria itu tidak menjawab. Polisi kemudian memintanya mengeluarkan semua barang yang ada di dalam sakunya.
a�?Saya Roni dari Mataram, kesini mau nebus motor,a�? katanya sambil mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya.
Tak lama kemudian datanglah salah satu anggota kepolisian yang rupanya sudah mengenali pria tersebut. Ternyata pria yang mengaku bernama Roni tersebut adalah FS yang menjadi target sebenarnya. Sejumlah anggota kepolisian yang melihatnya langsung berupaya menangkap dan memborgol FS saat itu juga.

Tapi ternyata, FS tidak begitu saja mau diborgol. Ia melakukan perlawanan. FS sempat menghantam wajah salah satu anggota dengan tangan kirinya yang dihiasi cincin batu akik besar. Anggota polisi yang menerima pukulan keras FS itu langsung tersungkur.
Namun dua orang anggota polisi lainnya, segera memegangi FS yang terlihat sudah tak terkendali. a�?Apa salah saya, kenapa mau diborgol,a�? ucapnya.

Sementara teman wanitanya, FT hanya terdiam dan terlihat pasrah saja. Polisi yang tadi menerima pukulan FS kemudian melakukan penggeledahan dengan wajah yang mengucurkan darah. Usaha para polisi ini membuahkan hasil. Mereka menemukan sebuah tabung kecil di dalam bak mandi.
Rupanya, FS sempat mengetahui kedatangan polisi. Lantas ia langsung menuju kamar mandi untuk membuang barang bukti tersebut. Terbukti pintu kamar mandi yang rusak, diduga dipukul hingga jebol. Namun dari tas kecil milik FT, polisi menemukan alat timbang sabu dan plastik klip bening.

Namun satu per satu barang bukti lainnya berhasil ditemukan. Polisi kembali menemukan satu poket sabu yang terletak di balik tembok kamar mandi. Diduga sabu yang sepintas hampir mencapai dua gram tersebut dibuang melalui kamar mandi.

Fakta lain terungkap. Dari handpone milik FT yang disita polisi didapati ratusan sms transaksi narkoba. Hal ini mengindikasikan kalau FT adalah pengedar. Transaksi tersebut bervariasi, dari penjualan kecil hingga yang besar. Dari sms tersebut polisi menemukan modus yang digunakan untuk menjual sabu. Tidak mau berlama-lama, polisi langsung mengangkut tujuh orang tersebut ke atas mobil operasional. Mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk tes urine.

Saat tes urine, dua orang negatif. Sedangkan FS, sang polisi nakal, positif sebagai pengguna sabu. Sejauh ini Polda NTB masih mendalami kasus itu, apakah FS hanya sebagai pengguna atau juga sebagai pengedar. (cr-van/cr-mas/r4)

Berita Lainnya

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost