Lombok Post
Selong

Tak Patuhi Aturan, Kecelakaan Tak Terhindarkan

TERKAPAR: Seorang pengendara yang berlumuran darah setelah tabrakan di Pringgabaya

* Mengamati Kebiasaan Pengendara di Lotim (1)

Di LombokTimur, tingkat kepatuhan terhadap aturan lalu lintas masih terbilang minim. Bahkan, kalangan muda sering terlihat ugal-ugalan di jalan sehingga berakibat kecelakaan.

Seorang anak berusia 15 tahunan terlihat hanya bisa menangis. Ia berulang kali meneriakkan nama ayahnya yang terkapar bersimbah darah di pinggir jalan. a�?Bapak, bangun!a�? teriak anak itu sambil menghapus air mata di pipi.

Ia terlihat kebingungan. Tak tahu hendak berbuat apa. Bersama sang ayah, keduanya menjadi korban tabrak lari. Ia yang dibonceng tak mengalami luka, namun sang ayah langsung tak sadarkan diri. Kejadian di Jalan Lintas Pringgabaya itu sempat memacetkan arus lalu lintas. Sejumlah pengendara berinisiatif menolong korban. Ia kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat. a�?Yang nabrak anak muda, langsung kabur,a�? kata Jalal saksi mata bercerita.

Akibat aksi ugal ugalan itu, kecelakaan tak terhindarkan. Hal serupa memang masih kerap ditemui di Lotim. Banyak pengendara yang memaksakan memacu kendaraan dengan kencang. Padahal, jalan-jalan di Lotim dikenal sangat ramai dan padat. Orang yang hendak menuju Sumbawa pasti menggunakan jalur lintas yang satu ini. Dengan penduduk mencapai 1,3 juta, jadilah Lotim daerah padat. Jika saja para pengendara bisa lebih berhati-hati, mungkin kejadian seperti di Pringgabaya kemarin tak akan terjadi.

Hal itu diakui Kasatlantas Polres Lotim AKP Supyan Hadi. Ugal-ugalan berbuah kecelakaan katanya masih menjadi pekerjaan rumah yang besar di Lotim.

Pihaknya tak tinggal diam. Berulang kali mereka melakukan razia mencegah bahaya tersebut. Saat ini hingga satu pekan kedepan, operasi patuh gatarin juga sedang dijalankan. Sasarannya, pengendara yang tak mengindahkan rambu yang ada.a�?Yang salah kita tilang, biar kapok,a�?katanya.

Ia mengatakan tak ada untungnya berkendara ugal-ugalan. Kalau pun semakin cepat tak ada hadiah yang didapat seperti sedang balapan resmi. Alih-alih bergaya, justru nyawa yang terancam. a�?Sadar dong, ngebut sembarangan itu tak ada gunanya,a�? pungkasnya. (*bersambung)

Berita Lainnya

Kematian Bayi Lotim Menurun

Redaksi LombokPost

PDIP Panaskan Mesin Partai

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Ditilang, Siswa Madrasah Nangis Minta Pulang

Redaksi LombokPost