Lombok Post
Headline Kriminal

Bahrul Pahmi Kena Empat Tahun

ilustrasi/foto: www.pemasyarakatan.com

* Putusan Kasasi Kasus Penjualan Tanah Pecatu

MATARAM – Anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) H Bahrul Pahmi bakal menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. Sebab, putusan kasasi terhadap kasus penjualan tanah pecatu di Jatisela telah turun. Sebelumnya dalam pengadilan tingkat pertama, Bahrul Pahmi dinyatakan tidak terbukti bersalah.

Bahrul Pahmi dihukum pidana kurungan penjara selama empat tahun. Selain itu, dia dibebankan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsidair empat bulan.

Hakim Mahkamah Agung (MA) telah mengirim petikan putusannya kepada Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Putusan dengan nomor 1244/K/PID.SUS/2014 berbunyi, mengabulkan permohonan kasasi dari pemohon, yakni Penuntut Umum Kejari Mataram dan membatalkan putusan pengadilan Tipikor Mataram 17 Januari 2014.

Hakim MA yang dipimpin Timur P Manurung, didampingi Leopold Luhut Hutagalung dan Sophia Martabaya menyatakan Bahrul Pahmi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Karenanya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp 200 juta.

Jika terdakwa tidak mampu membayar denda, maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan. Selain itu, putusan yang dibacakan 28 April 2015 itu memutuskan lamanya terdakwa ditahan dikurangi sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Humas PN Mataram Sutarno membenarkan petikan putusan kasasi terdakwa Bahrul Pahmi telah turun. Pihaknya telah menerima salinan putusan tersebut tertanggal 27 Mei lalu.

a�?Putusan sudah turun. Kami terima Rabu (27/5) lalu,a�? katanya dihubungi via ponsel.

Ia mengaku, putusan tersebut telah diperintahkan untuk dikirim kepada kejaksaan. Untuk urusan eksekusi, nantinya kejaksaan yang memiliki kewenangan.

a�?Kami sudah kirim sekitar dua hari lalu,a�? akunya.

Dalam putusan pengadilan tingkat pertama, Bahrul Pahmi tidak terbukti bersalah. Karenanya ia dibebaskan dari hukuman. Namun, kejaksaan mengajukan kasasi terhadap putusan tersebut. Hasilnya, hakim MA memvonis Bahrul Pahmi empat tahun penjara.

Diketahui, Bahrul Pahmi terlibat dalam penjualan tanah pecatu di Jatisela. Tanah pecatu itu merupakan aset daerah, namun dialihkan menggunakan nama pribadi Kepala Dusun Ireng Daye, Ahmad Gozali.

Tanah dengan luas 4.717 meter persegi dijual pada tahun 2010/2011 dan dibeli Abdul Kabir seharga Rp 300 juta. Tanah ini dulunya digarap Kadus Ahmad Gozali. Belakangan muncul sertifikat tanah atas nama dia, padahal tanah tersebut bukan miliknya. (cr-van/cr-mas/jlo/r4)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost