Lombok Post
Ekonomi Bisnis

Budidaya Ikan Keramba Terkendala Air

POTENSIAL: Seorang warga usai membersihkan keramba ikan. Banyak warga kini mengembangkan bisnis ikan keramba karena hasilnya menjanjikan.

MATARAM – Pengembangan ikan keramba menjadi salah satu pilihan masyarakat. Namun potensi ekonomi yang satu ini terkendala air.

Biasanya, saat musim kemarau seperti saat ini, debit air surut. Hal ini berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha ini.

Dalam pengembangan ikan keramba, yang terpenting disiapkan tempat yang langsung dialiri air. Biasanya, warga menggunakan kawat atau bambu untuk membuat keramba.

Pemeliharaan yang benar akan mendapatkan hasil yang baik. a�?Memasuki musim kemarau seperti sekarang ini, kendala mulai adaa�? kata Pembudidaya Ikan Keramba di Mataram, Dewi pada Lombok Post, Selasa (2/6).

Menurutnya, pemeliharaan ikan keramba sangat mudah. Hasilnya sangat menjanjikan. Karena itu, ia dan keluarganya kini mengembangkan ikan keramba. a�?Permintaan kini juga datang dari luar daerah,a��a�� katanya.

Dulu, memang ikan kolam paling dicari. Tapi akhir-akhir ini yang mencari ikan keramba juga mulai meningkat. Bahkan ada yang minta untuk dikirim ke luar daerah. a�?Tapi seperti sekarang ini pemesanan kita mulai kurangi agar bisa memasok ke semua pelanggan di daerah,a�? ujarnya.

Ahmad, pembudidaya ikan keramba di Lingsar mengatakan, saat musim kemarau debit air memang surut. Namun kondisi seperti ini bisa diantisipasi. a�?Untuk musim kemarau kita sudah siapkan mulai sekarang,a�? katanya.

Menurutnya, dengan terbukanya pasar, A�memberikan peningkatan penghasilan. Salah satunya bisnis ikan keramba kini makin menjanjikan. a�?Saat Ramadan juga permintaan akan meningkat,a�? jelasnya.

Pengembangan ikan keramba ini juga melihat akan kebutuhan ikan yang setiap hari dicari. Apalagi untuk menyiapkan kebutuhan usaha lesehan dan rumah makan. Ikan ini memiliki prospek bisnis baik karena tingkat kebutuhan masyarakat juga tinggi. a�?Banyak juga masyarakat yang beli eceran satu hingga lima kilogram. Harga per kilogram berkisar Rp 24 ribu hingga Rp 26 ribu,a�? katanya.(nur)

Berita Lainnya

ILBB-Ancora Foundation Bantu Korban Gempa Lombok

Redaksi Lombok Post

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Soft Opening Jannah Tour and Travel Meriah

Redaksi LombokPost

Masyarakat Didorong Gunakan Produk Lokal

Redaksi LombokPost

FWD Life Resmi Hadir di Lombok

Redaksi Lombok Post

Golden Palace Hotel Dikunjungi Wakil Duta Besar Australia

Redaksi Lombok Post

BI Sosialisasi Kartu GPN di Kota Bima

Redaksi Lombok Post

Distribusi Kartu Berlogo GPN Dekati Target

Redaksi LombokPost

Avian Brands Peduli Bangun Kembali Lombok

Redaksi Lombok Post