Metropolis

Dewan Sebut Pemprov Tak Sayang Aset

MATARAM a�� Pemanfaatan aset provinsi dianggap belum maksimal. Terutama beberapa aset yang ada di kabupaten-kabupaten. Alih-alih dioptimalkan untuk kemaslahatan masyarakat, keberadaan beberapa aset tersebut dianggap justru mengganggu kebersihan pemandangan.

a�?Masih banyak aset yang kesannya terbengkalai. Ini harus disikapi,a�? kata Anggota Komisi III DPRD Provinsi NTB Baijuri Bulkiah.

Ia mencontohkan, aset provinsi yang lokasinya persis di samping kantor DPRD lama Kabupaten Sumbawa. Aset berupa bangunan rumah tersebut, menurutnya, sudah tak lagi terurus. Bagi lingkungan sekitar justru memberi kesan kumuh. Pada akhirnya, keberadaan aset itu juga menghambat penataan jalan sekitar.

a�?Itu hanya satu contoh. Di kabupaten-kabupaten lain juga masih banyak aset provinsi yang terbengkalai seperti itu,a�? kata politisi asal Sumbawa tersebut.

Agar tidak terus menerus terbengkalai dan menjadi beban provinsi, ia pun menyarankan agar pemprov mengikutsertakan pemerintah kabupaten dalam mengelola aset tersebut. Misalnya dengan pola kerja sama pemanfaatan yang menguntungkan kedua belah pihak, yakni antara provinsi dengan kabupaten/kota untuk maksud meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) secara bersama-sama.

a�?Supaya tidak jadi beban provinsi, aset yang tidak dimanfaatkan itu bisa dikelola bersama dengan kabupaten. Kita berharap provinsi mungkin bisa melepas aset seperti itu dari pada tidak terpelihara,a�? paparnya.

Untuk ini, ia mendorong agar SKPD terkait segera menginventarisasi aset-aset provinsi di tiap kabupaten. Mana yang belum dimanfaatkan secara optimal bisa dimanfaatkan secara lebih baik bersama pemerintah kabupaten masing-masing. Misalnya bisa dimanfaatkan untuk tata kota dan keindahan.

Di samping itu, aset provinsi berupa lahan misalnya bisa dimanfaatkan sebagai lahan bercocok tanam bagi masyarakat. Selain bersih, dengan digarap masyarakat lahan itu bisa memberikan keuntungan bagi masyarakat dengan hasil tanaman yang dibudidayakan. a�?Dari pada aset-aset itu dibiarkan nganggur kan sayang sekali,a�? lanjutnya.

Di samping itu, juga khawatir karena aset pemprov yang terbengkalai rawan untuk dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.

a�?Jika tidak dibenahi, ujung-ujungnya nanti bisa ada masyarakat yang mengklaim atas kepemilikan aset tersebut sebagaimana yang kasus klaim aset yang rawan mencuat belakangan ini,a�? ujarnya. (uki/r12)

Related posts

Jalan Berlubang Bikin Celaka

Redaksi Lombok Post

Didi Nasehati Ahyar lewat Pantun

Redaksi Lombok Post

Warga Asrama Polda Gelar Lomba

Iklan Lombok Post

Leave a Comment