Lombok Post
Sportivo

Dulu Hanya Pendamping, Kini Jabat Koordinator Pelatih

Agus Suharyan disela-sela melatih atlet kemponya di Padepokan GOR 17 Desember

* Pelatih Andalan NTB di PON XIX/2016 Jabar (3)

Lahirnya seorang juara tidak terlepas dari peranan pelatih. Meskipun bakat merupakan modal dasar lahirnya sorang juara. Namun pelatih tetap memegang peranan penting. Untuk itu, KONI NTB tidak sembarangan menunjukkan pelatih dalam Pelatda Sentralisasi Tambora 2015. Salah satunya adalah Agus Suharyan, pelatih Cabor kempo.

MENINGKATKANA�prestasi olahraga tidak selalu berbicara masalah teknik dan strategi saja. Mungkin kedua kompenen itu memang penting dimiliki setiap atlet jika ingin menjadi juara. Namun kehadiran sosok di pinggir lapangan tak kalah penting. Ya, pelatih juga sangat berkontribusi dengan pencapaian atlet.

Dalam olahraga tentunya pelatih diharapkan dapat berbuat sebaik-baiknya. Peranan pelatih dituntut meningkatkan prestasi atlet. Hal demikian demi menggapai tampuk juara dalam suatu even nasional maupun internasional.

Hal inilah yang saat ini dilakukan Agus Suharyan bersama kedua rekannya, Ketut Putra dan Lilis Winarni. Mereka berjuang bersama membantu NTB mencapai target 15 medali emas di ajang PON Jabar tahun depan.

Mulai menggeluti dunia kempo sejak tahun 1980, nama Agus Suharyan pastinya bukan orang asing lagi. Sama seperti pelatih lainnya, ia mengawali karir menjadi seorang atlet namun itu tidak lama.

Dalam dunia kepelatihan kempo, pria asal Dasan Agung ini mengawali karir menjadi seorang pendamping pelatih. Namun berkat kesabaran dan kerja kerasnya ia berhasil diangkat menjadi koordinator pelatih. Kini pria kelahiran 26 Agustus 1966 ini fokus meniti karir menangani cabor kempo pelatda NTB.

Perannya menjadi seorang pelatih begitu dirasakan para atletnya. Setiap hari ia membimbing memberikan pelatihan. Setiap gerakan demi gerakan kempo diajarinya. Seakan tidak pernah ada rasa lelah demi tercapainya target yang telah diberikan Pemprov NTB.

Bagi seorang Agus Suharyan, kempo membawa hidupnya ke arah positif. Banyak hal yang didapat di dunia kempo. Mulai dari pengalaman hingga membimbing atlet untuk meraih prestasi adalah kenikmatan tersendiri baginya. a�?Sebagai seorang pelatih pastinya kami ingin yang terbaik bagi anak didik,a�? ungkapnya.

Meskipun prestasi yang ditorehkan kontingen kempo NTB di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau sebelumnya tidak sementereng atletik. Karena hanya mampu menyumbangkan satu medali, yakni perunggu. Namun apapun itu, tetaplah menjadi sebuah kebanggaan dan patut diberikan apresiasi.

Begitupun dengan ajang try out yang diikuti bulan lalu. Cabor kempo NTB hanya meyumbangkan tiga medali, satu emas dan dua perunggu. Tentunya Dibalik kesuksesan tersebut adalah peran seorang Agus Suharyan. Ia mampu meracik dan mengeksploitasi atlet kempo NTB sehingga cukup diperhitungkan. Tidak terkecuali di Pra PON 17-20 Sepetember di Jabar nanti.

a�?PON Jabar nanti kami diberikan target satu emas. Saat ini kami fokus latihan supaya lolos Pra PON dulu,a�? kata Agus sambil melanjutkan latihannya.

Ia pun tetap optimis bisa merebut banyak tiket PON di kualifikasi nanti. Dirinya beserta dua rekannya mengaku sudah melakukan persiapan menghadapi PraPON. a�?Insya Allah, kami akan berjuang dengan sekuat tenaga untuk lolos. Beban pasti ada, tetapi bukan menjadi halangan untuk tampil maksimal,a�? pungkasnya. (bersambung/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post