Lombok Post
Kriminal

Ester Ngadu ke LBH Unram

KONSULTASI: Esther didampingi kerabatnya, melapor dan berkonsultasi dengan LBH Laboratorium Fakultas Hukum Unram, Senin (1/6).

* Nilai Penahanan Suami Janggal

MATARAM – Salah seorang warga Ampenan, Esther Shova mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Laboratorium Hukum Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram), Senin (1/6). Dia melaporkan penahanan suaminya Bangkit Sanjaya oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB yang dinilainya janggal.

a�?Suami saya ditahan Kejati NTB Rabu (26/5) lalu atas tuduhan melakukan penipuan,a�? ujar Esther, didampingi kerabatnya.

Ia menceritakan, kasus yang menjerat suaminya itu berawal dari jual-beli tanah yang berlangsung 2003 silam. Tanah seluas 67 are itu sendiri, ujar Esther, sudah dibayar melalui notaris PPAT. Entah mengapa, pemilik tanah tersebut menggugat jual beli tanah tersebut.

Kasus ini pun kemudian berlanjut di pengadilan perdata. a�?Kasus ini akhirnya dimenangkan suami saya. Secara perdata sudah ada putusan kasasi dari MA Nomor 23/2K/PDT/2012, dimana kasasi penggugat ditolak, dan itu sudah inkrah,a�? ungkapnya.

Sampai di sana, menurut dia, sebenarnya kasus itu sudah selesai. Namun, nyatanya kasus itu tetap bergulir. Belakangan, suaminya malah dilaporkan ke ranah pidana oleh pelapor lagi ke Polda NTB. Kata Esther, yang mengganjal adalah, suaminya baru sekali diperiksa, tapi sudah ditetapkan sebagai tersangka, pada 27 Oktober 2014 lalu.

Sementara itu, perwakilan LBH Fakultas Hukum Unram M Chotibul Islam menyatakan akan membedah kasus tersebut. a�?Kita akan undang nanti beberapa pakar dan ahli untuk memebedah kasus ini,a�? ujar Umam.

Rencananya, kasus tersebut akan dibedah pihak LBH Lab Unram bersama ahli pada Rabu (hari ini).

Umam sendiri menyatakan ada yang aneh dalam kasus ini. Sebab perkara perdata kasus ini sudah inkrah.

a�?Ada beberapa kemungkinan dalam kasus ini, apakah perkara ini perdata yang diproses pidana, atau apa ini masuk pidana murni,a�? ungkap Umam.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk keputusan dan bagaimana hasil dari kasus itu sendiri, nanti pihak pengadilan yang punya kewenangan memutuskan. (deq/r4)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost