Lombok Post
Metropolis

Pintar Lihat Peluang, Pindah ke Game Online

STASIUN GAME: EL Game yang ada di Karang Sukun menjadi salah satu pilihan masyarakat Kota Mataram sebagai tempat bermain game maupun membeli peralatan game.

* Mengintip Stasiun Game di Kota Mataram

Seiring kemajuan teknologi, tren game mulai berevolusi. Semula game biasa dinikmati secara offline. Kini para gamer beralih menggemari game online. Pengusaha jasa rental game pun berhasil membaca peluang ini.

SEPERTIA�halnya El Game, stasiun game X-Zone juga sudah cukup lama dikenal. Stasiun game ini juga menjadi pilihan tempat nongkrong para gamers di Kota Mataram. Mulai dari Xbox, PS3 hingga game lainnya tersedia di X-Zone. Stasiun game yang berdiri di samping STMIK Bumigora ini selalu ramai dikunjungi gamers dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Belakangan X-Zone tidak hanya menyajikan game online. Beberapa bulan terakhir, X-Zone menawarkan game online.

“Saya berencana fokus ke game online. Karena yang tren dan booming sekarang adalah game online,” terang Andrean Pradana, pemilik X-Zone.

Ia mengaku telah melakukan survei kecil-kecilan. Hasilnya, rata-rata gamers, banyak yang lebih suka main game online. Peluang inilah yang akan ditangkapnya.

“Kebanyakan yang dimainkan sama gamers itu adalah Dota 2,” ungkapnya.

Andre, mengaku segera banting setir dari game offline ke game online. Peralatan game yang lama, akan ia jual untuk membeli peralatan baru yang menyediakan game online.

“Namanya nanti masih tetap X-Zone, cuma fokus ke game online,” bebernya.

Diakui, keputusannya banting setir ini ada risikonya. Namun, dalam berbisnis, risiko adalah tantangan yang harus dihadapi.

a�?Namanya bisnis hiburan seperti ini harus terus berinovasi agar bisa bertahan,a�? ujarnya.

Stasiun game yang ada di Kota Mataram harus berani berinovasi agar bisa bertahan. Sejumlah stasiun game tidak hanya terbatas menyewakan perangkat game. Ada beberapa yang menjual peralatan game seperti Xbox, PS2, PS3, PS4 maupun PSP, dan lainnya.

EL Game misalnya, tidak hanya menyewakan perangkat game, tapi juga menjual perangkat game yang dibutuhkan. Bukan hanya perangkat kerasnya, tetapi perangkat lunak seperti pengisian game juga tersedia.

Adi, pemilik EL Game menceritakan kondisi usahanya saat ini berbeda jauh dibanding ketika ia mulai menggeluti usaha jasa rental game tersebut. Saat itu, mantan karyawan sebuah perusahaan swasta ini mengaku, hanya memiliki sepasang unit Xbox dan TV. Namun, ia memberanikan diri memulai usaha di kediamannya di Karang Sukun.

Merasa bahwa bisnis game menjanjikan, Adi yang mendapat dukungan dari istrinya. Ketika pergi ke luar daerah yakni di Surabaya dan Malang, ia bertemu dengan temannya yang merupakan seorang pengusaha penjual game dan spare part serta aksesorisnya.

Teman yang disebut Adi “bos-nya” ini memberikan tawaran kepada dirinya untuk membuka usaha dengan berjualan juga di Mataram. Nantinya, barangnya dipasok dari Surabaya oleh temannya tersebut.

Bukan hanya mendapat kepercayaan menjual perangkat game, ia juga diajari cara memperbaiki peralatan game maupun strategi pemasaran.

“Kebetulan saat itu saya bawa uang Rp 10 juta. Itu yang saya kasih sebagai pembelian pertama peralatan game yang nantinya saya bawa pulang ke Mataram,” kenangnya.

Setelah sampai di Mataram, ia mulai memasarkan barang yang dibelinya tersebut di tempat ia membuka usaha rental game. Ternyata, peminatnya lumayan banyak, sehingga barang yang dibelinya langsung habis terjual. Dia pun kembali memesan beberapa peralatan game dari Surabaya.

Kini, Adi mengembangkan usahanya bermitra dengan beberapa toko elektronik seperti Mater Game Malang, Zuper Game dan Fokus Game. Di Mataram ia juga bermitra dengan toko elektronik terkenal yang ada di Kota Mataram seperti Galaxy Electronic.

a�?Apapun usaha yang ditekuni jika dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti berhasil,a�? imbuhnya. (ton)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost