Lombok Post
Sportivo

Ramadhan, Pelatda Jalan Terus

Andy Hadianto-KONI
Ketua KONI NTB, Andy Hadianto

MATARAM – Komitmen KONI NTB untuk mewujudkan target 15 medali emas pada PON XIX/2016 di Jawa Barat tidak main-main. Buktinya, KONI NTB tetap melanjutkan Pelatda Sentralisasi Tambora 2015 saat bulan Ramadan. a�?Bulan puasa tidak menjadi halangan untuk latihan,a�? kata Ketua Umum KONI NTB Andy Hadianto.

Dijelaskan, semua cabor tetap berlatih pada bulan puasa. Justru menurutnya, atlet mendapatkan spirit dari berpuasa. Tidak ada alasan untuk libur latihan selama berpuasa. Pasalnya, selama ini, latihan yang sudah berjalan akan terkesan tidak ada artinya. Jika halnya satu bulan para atlet akan diliburkan.

Untuk itu, ia memastikan akan tetap melanjutkan Pelatda. a�?Saya pastikan tidak ada libur meski puasa. Mengingat waktu yang tersisa jelang PON sudah semakin dekat. Kita ingin semua persiapan guna menghadapi multi event bergengsi ini optimal,a�? tukasnya.

Dari pengalaman sebelumnya, kata Andi, atlet tidak ada kendala melakukan latihan sambil berpuasa. a�?Bukan sekali ini saja atlet berlatih selama puasa, persiapan sebelumnya juga sama. Alhamdulillah mereka lancar dan bisa berlatih sambil menjalankan puasa,a�? lanjutnya.

Hanya saja, selama Ramadhan nanti program latihan disesuaikan kondisi atlet. Sistim latihan atlet akan disesuaikan dengan nomor dan kelas yang diikuti. Hal ini telah ia tekankan ke masing-masing pelatih cabor. Tujuannya agar tidak menganggu ibadah puasa para atlet. a�?Porsi latihan atlet disesuaikan oleh pelatih masing-masing. Ini akan diterapkan disemua cabor,a�? jelasnya.

Dirinya tidak merasa khawatir penggenjotan latihan di bulan puasa mengakibatkan kondisi kesehatan atlet menurun. a�?Tidak ada penurunan intensitas latihan, minimal porsi latihan yang diberikan sama dengan sebelumnya,a�? ucapnya.

Namun, tim pelatih bakal membuat program latihan dengan porsi latihan dan asupan gizi yang sesuai untuk para atletnya. Selain itu, rencananya intensitas yang diberikan minimal sama dengan program-program sebelumnya, yaitu latihan sebanyak dua kali dalam sehari, pagi dan sore.

a�?Untuk bulan Ramadhan atlet tetap berpuasa, meski dalam keadaan lemas. Karena tidak ada waktu lagi untuk mengintensifkan latihan, seiring tugas berat target 15 emas di PON Jabar nanti,a�? pungkasnya. (zen/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post