Lombok Post
Kriminal

Berkas Pemeras Itu Sudah P21

JUMPA PERS: Kepala Kejati NTB, Fadil Jumhana dan tim dari Kejari serta Kejagung memberikan keterangan pada wartawan terkait kasus pemerasan Kadishubkominfo Lobar

MATARAM – Sebanyak sebelas orang rombongan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) Jakarta membawa empat tersangka pelaku pemerasan Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi (Dishubkominfo) Lombok Barat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram.

Setibanya di Bandara Internasional Lombok (BIL) sekitar pukul 11.30 Wita kemarin, para pemeras itu langsung dijemput pihak Kejari dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Mereka diangkut menggunakan mobil dan tiba di Kejari sekitar pukul 13.40 Wita.

Empat pemeras itu berinisial SH, LS, HH, dan KM. Mereka dibawa ke ruangan tahanan Kejari Mataram. Selain mengangkut keempat tersangka, Kejagung juga membawa sejumlah barang bukti. Dari pantauan Lombok Post, beberapa bundelan kertas dibungkus menggunakan karton. Berkas itu langsung dibawa ke ruangan Pidsus Kejari Mataram.

Setelah itu, pihak Kejati Mataram langsung melakukan jumpa pers. Kepala Kejati NTB, Fadil Jumhana menyampaikan, kasus tersebut akan dikebut. a�?Berkas perkara ini sudah siap. Ini bukti kami serius dalam memberantas tipikor,a�? ujarnya.

Saat jumpa pers, Fadil didampingi Kepala Kejari Mataram Rodiansyah, dan ketua tim penyidik Kejagung, Jefri Makapadua. Penyidikan perkara ini diproses hanya satu bulan. a�?Berkas keempatnya nanti akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),a�? jelas pria asal Padang ini.

Sementara penujukan JPU sampai sekarang belum dipastikan. JPU sendiri, kata Fadil akan ditunjuk secepatnya. JPU akan diambil dari Kejari. a�?Kita akan segera membuat surat dakwaannya. Insya Allah, proses penuntutannya dalam waktu seminggu sudah naik ke pengadilan,a�? imbuh Fadil.

Sementara Ketua tim penyidik Kejagung, Jefri Mapakadua menguraikan peran masing-masing tersangka. Menurutnya, SH yang merupakan PNS (guru) di Lombok Tengah berperan sebagai jaksa. SH, juga yang membuat surat panggilan palsu dari Kejagung.

Sementara LS dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berperan sebagai orang yang mengumpulkan data terkait beberapa proyek di Lombok Barat. Setelah data terkumpul, LS melaporkannya ke SH. Sedang, HH (dari Jakarta) berperan sebagai Jaksa yang membuat cap palsu dari Kejagung.
Sedangkan KM (oknum wartawan) berperan sebagai penghubung antara ketiga orang tersebut dengan korban. Sebab, KM diketahui mengenal korban. a�?Jadi gerak mereka ini sangat teratur dan terakomodir,a�? ujar Jefri.

Jefri juga menyampaikan, keempatnya dikenakan pasal 12 Junto pasal 15 tentang tipikor. Yakni pemerasan dan pemberian hadiah. Kini, keempat tersangka ditahan di Kejari. Penahanannya akan berlangsung selama 20 hari sampai proses pemberkasan ke tahap tiga. Yakni diajukan pemberkasan ke PN Mataram. a�?Kalau bisa cepat dari itu, iya kita segerakan,a�? tutup Fadil. (deq/r8)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost