Lombok Post
Sportivo

KONI NTB Sukses Revans

Ilustrasi Futsal

* Kalahkan Tim Futsal PWI 7-5

MATARAM – Pertandingan persabahatan futsal antara tim KONI NTB melawan PWI kembali digelar. Kemarin, laga yang selalu sarat gengsi itu berlangsung di Mataram Futsal Center, kemarin. Hasilnya, tim KONI berhasilkan mengalahkan PWI NTB dengan skor 7-5.

Dalam laga ini, tim KONI NTB yang dikomandoi Gubernur turun dengan kekuatan penuh. Demikian halnya dengan PWI NTB yang dipimpin Dirut Lombok Post. Sebenarnya, PWI NTB sedikit lebih diutungkan. Karena dalam dua laga sebelumnya, PWI berhasil mengalahkan KONI NTB.

Salah satunya saat laga persahabatan dalam Pembukaan Piala Gubernur NTB Dikpora Futsal Cup 2015. Saat itu PWI menang dengan skor telak 7-1. Sehingga wajar jika dalam laga ini PWI kembali difavoritkan menang. Namun, sebaliknya, dalam ini justru PWI yang dikalahkan oleh Gubernur NTB DR TGB M Zainul Majdi dkk.

Tim PWI pun harus mengakui ketangguhan permainan solid dan agresif KONI pada laga ini. Sejak pluit kick off babak pertama dibunyikan, kedua tim langsung jual beli serangan. TGB yang berperan sebagai kampte sekaligus striker memberikan dampak positif bagi timnya.

Peluang pertama pun langsung diperoleh tim KONI, melalui pergerakan TGB yang mendapat umpan matang dari H Suhaimi. Pria berkacamata ini melepaskan tendangan keras. Namun sayang masih bisa diamankan penjaga gawang PWI. Skor pun tidak berubah masih kacamata.

Lagi-lagi, Suhaimi yang juga Sekretaris Umum KONI NTB menunjukkan beberapa teknik dan skil-nya. Sayang, kokohnya barisan pertahanan PWI membuat peluang TGB dkk sia-sia. Peluang PWI pun tak kalah bagus, sontekan Alfian Yusni hampir saja membuat papan skor berubah.

TGB yang berkali-kali mengancam gawang PWI, akhirnya berhasil membuat papan skor berubah. Ia berhasil membuka kran golnya lewat tendangan keras terarah. Tertinggal satu gol membuat PWI meningkatkan serangan. Namun justru TGB menggandakan keunggulan KONI.

Tak butuh waktu lama, PWI berhasil menyamakan keunggulan lewat gol yang diciptakan kapten tim Alfian Yusni. Di babak pertama, tim PWI harus mengakui keunggulan KONI. Gelontoran tiga gol KONI hanya bisa dibalas dua kali oleh tim PWI.

Di babak kedua, PWI NTB mencoba bangkit. Rotasi pemain pun dilakukan dengan memasukkan pemain muda. Hasilnya pun lansung nyata. Salah seorang pemain muda PWI, Zen berhasil mengelabui pertahanan KONI. Melihat posisi striker Alfian Yusni yang terbilang bebas, umpan matang diciptakan wartawan olahraga ini. Akhirnya PWI pun sukses menyamakan kedudukan 3-3.

Keasyikan menggempur, PWI lupa lini pertahanan. KONI NTB berhasil menambah gol lagi lewat sundulan cantik mantan pemain Pra PON NTB Eroflan Kamil. Skor pun berubah 4-3 untuk keunggulan KONI.

Rupanya faktor stamina penentu laga ini. para pemain PWI yang rata-rata kerja dimalam hari tak bisa meladeni para pemain KONI yang memiliki waktu istirahat yang cukup. Laga pun berkesudahan dengan gol tambahan yang diciptakan TGB dan H MNS Kasdiono.

a�?Kami rasa, kami kalah karena faktor stamina tim. Kami sudah bermain bagus hanya saja, stamina dan konsentarasi pemain buyar ketika menjelang menit akhir laga. Mungkin juga karena faktor Pak Gubernur,a�? terang Alfian Yusni, kapten tim PWI NTB.

Sementara Ketum KONI NTB H Andy Hadianto mengungkapkan kemenangan tersebut diraih timnya berkat permainan solid dan disiplin di masing-masing lini. Meskipun ia tidak menapik kehadiran TGB memberikan semangat baru bagi rekan setimnya.

a�?Semua pemain menyambut kemenangan ini dengan kepala tegak. Karena kami sukses balas dendam. Kami juga sengaja mengambil waktu pagi karena kami tahu wartawan kerjanya malam. Pastinya ada yang belum sempat tidur,a�? tukas Andi sambil tertawa. (zen/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post