Selong

Ngaku Punya Bukti, Warga Klaim Tanah Desa

SELONG – Tanah seluas lima hektare yang dikuasai Desa Lenek digugat warganya sendiri. Oleh penggugat, tanah itu dianggap direbut paksa desa dari pemilik aslinya. a�?Diambilnya dulu, puluhan tahun silam dari baloq (buyut, Red) saya. Saat itu keluarga tak bisa berbuat apa-apa,a�? kata Suharman, warga yang merasa berhak.

Dia yang tak rela haknya dirampas mengatakan akan terus berjuang. Kendati sudah kalah pada tingkat pengadilan, kini rencana banding sedang disusun. Keyakinannya itu tak terlepas dari seabrek bukti lengkap yang ada di tangannya.

Ia mengatakan, kalah di pengadilan hanya karena pengadilan meragukan kalau ia adalah ahli waris. Padahal hal itu sudah dibuktikan melalui surat yang dibuat sendiri oleh desa. Selain itu, ketiadaan saksi juga dipertanyakannya.

Menurutnya, pengadilan dan desalah yang harus menunjukkan saksi untuk membuktikan keabsahan mereka menduduki tanah nenek moyangnya itu. a�?Ini surat saya sangat lengkap,a�? tegasnya.

Ketua Fraksi Gerindra H Maidy mengatakan, dewan sudah berulang kali bersurat ke desa. Ia meminta bukti desa terkait tanah tersebut. Namun hingga ini tak kunjung ada penjelasan menyeluruh. Terus menerus bagian desa mencari-cari alasan untuk tak memberikan bukti.

a�?Kalau mereka seperti ini, susah untuk tak berprasangka buruk,a�? katanya.

Padahal ia hanya ingin mendamaikan dan membantu mencarikan solusi saja. Dewan, menurut Humaidy, berkewajiban mengurusi berbagai persoalan daerah termasuk tanah pecatu. a�?Ini perampokan dan perampasan, karena tak ada bukti yang lengkap,a�? tegasnya.

Terpisah, Kades Lenek Suhardi mengatakan, bantahannya atas berbagai tudingan. Perihal ceria awal tanah itu ia mengaku tah tahu pasti karena sudah terjadi puluhan tahun bahkan sebelum kemerdekaan. a�?Itu sudah dari dulu dikuasai desa,a�? katanya.

Terkait rencana dewan memediasi dan meminta bukti desa dikatakan tak dibutuhkan. Itu karena proses sudah masuk ranah pengadilan. Sehingga tidak akan nyambung jika masih diurusi legislatif. a�?Kan begitu, atau kalo mau cari pengacara kami,a�? katanya.

Tanah itu kini disewakan, hasilnya dipakai untuk keperluan desa. Ia juga membantah jika dikatakan dana hasil sewa dibagi-bagi ke aparatur desa. a�?Ada pembukuannya lengkap, mana mungkin seperti itu,a�? jelasnya.

Ia meminta semua pihak menyerahkan hal itu pada pengadilan. Jika nantinya desa kalah, pasti diterima. Sebaliknya, jika kembali dimenangkan ia mengharap tak ada lagi gangguan yang ditujukan pada pihaknya. (yuk/r11)

Related posts

FIDDIN Siapkan Program Gema Ampuh

Redaksi LombokPost

Festival Muharram Mulai Digelar

Redaksi Lombok post

Dinilai Erotis, Pemda Diminta Tindak Ale-ale dan Kecimol

Redaksi Lombok Post

Leave a Comment