Lombok Post
Headline Praya

Penimbun Pupuk Dikenakan Wajib Lapor

Pupuk Disita
DISITA: Inilah pupuk palsu yang disita Kodim 1620/Lombok Tengah.

PRAYA – Hasil penggerebekan pupuk di beberapa titik di Lombok Tengah yang dilakukan Kodim dan Polres memasuki tahap penyelidikan. Para pengecer atau penimbun untuk sementara dikenaikan wajib lapor. Sewaktu-waktu statusnya dapat ditingkatkan tergantung hasil pengembangan.

a�?Terakhir kita menggerebek dugaan pupuk oplosan jenis urea di Dusun Goak, Desa Sisik, Pringgarata,a�? kata Kasubag Humas Polres Loteng AKP Made Suparta pada Lombok Post, Rabu (3/6).

Suparta menjelaskan rincian hasil penggerebekan di antaranya ditemukan di UD Bodak, Desa Montong Terep Praya, Nomor laporan LP/213/V/2015/NTB/Res tertanggal 10 Mei 2015. Pemilik atas nama Herawati, 27 tahun, warga desa setempat.

Pupuk yang disita yaitu pupuk ures sebanyak 10 ton, SP36 berjumlah 5 ton, ZA 2 ton, Ponska 1,5 ton dan pupuk pelangi 7 kuintal. Berikutnya, UD Berkah Dusun Nyampe, Desa Marong, Praya Timur. Pemilik atas nama Dirangsih alias Amaq Ayulan, 64 tahun, H Sahrul Anwarm, 59 tahun, dan Bokah, 43 tahun. Di tempat itu, ungkap Suparta ditemukan 97 karung pupuk jenis urea dan 10 karung ZA.

Lalu, ungkap Suparta, UD Doa Ibu pasar Renteng H Muhammad Nurul Yakin. Di tempat itu juga ditemukan 13 karung pupuk urea, 19 karung NPK, 15 karung SP36, 12 karung ZA, 8,5 karung SP36 non subsidi dan 8 karung jenis pupuk organik.

a�?Mereka masing-masing dikenai pasal 6 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1955 Jo pasal 3 Permendag Nomor 15/M.Dag/Per/4/2013 dan pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 tentang Perdagangan,a�? ujarnya.

Kemudian, lanjut Suparta, UD Sukamaju Dusun Gemel Desa Gemel Jonggat atas nama H Ahmad Azhar, 67 tahun. Pupuk yang disita SP36 Plus sebanyak 58 karung. Terakhir, UD Restu Tani Desa Sisik, Pringgarata milik H Riawandi. Barang yang disita berupa 75 kilogram pupuk jenis urea.

Kedua pemilik itu, kata Suparta, dikenai pasal 60 ayat 1 huruf F Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman. a�?Untuk sementara, para pemilik gudang atau toko pupuk itu dikenai wajib lapor. Kami masih melakukan penyelidikan,a�? katanya.

Dia pun memberikan apresiasi atas kerja sama semua pihak, guna membantu petani mengamankan pupuk baik unsur TNI, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak), Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) maupun elemen masyarakat lainnya.

a�?Kita bersama-sama mensukseskan program swasembada pangan,a�? ujarnya.

Sementara itu, Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel CZI L Rudy Irham Srigede mengatakan, program pengawasan dan penindakan penimpunan pupuk maupun peredaran pupuk palsu menjadi tanggung jawab TNI dan Polri atas dasar MoU dengan Kementerian Pertanian. Selanjutnya, ditindaklanjuti tingkat bawah.

a�?Setiap tindakan pegawasan, kita tidak ada saling saing-menyaingi. Yang utama adalah kita sama-sama membantu petani. Itu saja,a�? kata Rudy.

Kerja sama yang baik dua institusi, ungkap Rudy, tergambarkan saat TNI melaksanakan serah terima hasil penggrebekan kepada polisi. Karena urusan penyelidikan dan penyidikan menjadi tanggung jawab kepolisian. (dss/r11)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Target Diprediksi Meleset!

Redaksi LombokPost

Jembatan Sungai Jangkuk Longsor!

Redaksi LombokPost