Giri Menang Headline

Sssta��.. Kejari Kantongi Calon Tersangka

*Dugaan Korupsi Dermaga Apung

GIRI MENANG – Penanganan kasus Dermaga Apung Gili Gede, Lobar, mengalami perkembangan signifikan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram memastikan ada penyimpangan dalam pembangunan dermaga senilai Rp 6 miliar tersebut.

Kejari pun telah menaikkan status penanganan kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Kini, tim Kejari tengah mencari bukti yang mengarah ke tersangka.

a�?Dermaga Apung sudah naik ke penyidikan. Artinya, kami akan segera menetapkan tersangka,a�? kata Kejari Mataram Rodiansyah, kemarin.

Ia menjelaskan, sebelum dinaikkan ke penyidikan, tim melakukan pengumpulan data dan keterangan. Beberapa saksi diperiksa. Tidak hanya pejabat Dishub Lobar, namun saksi dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal ikut dimintai keterangan. a�?Pak Kadishub Lobar juga sudah kami periksa. Termasuk dari KPDT,a�? ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan itu, sambung dia, tim melakukan pendalaman dan kajian. Hasilnya, pembangunan dermaga mengandung unsur pidana. Sehingga, tim menyimpulkan untuk meningkatkan ke penyidikan. a�?Kami temukan ada unsur pidana, lalu kami naikkan ke penyidikan,a�? tegasnya.

Disinggung mengenai tersangka, Rodiansyah mengaku, tim sudah mendapatkan gambarannya. Hanya saja, dia belum bisa memastikan siapa tersangka. Apakah dari unsur swasta atau pemerintahan. a�?Kami masih perkuat alat bukti dulu,a�? akunya.

Kendati merahasiakan siapa yang bakal ditetapkan tersangka, Rodiansyah mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan gambaran yang mengarah pada tersangka. Tapi, pihaknya harus berhati-hati dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka. a�?Kalau sudah saatnya ditetapkan tersangka, kami akan sampaikan. Saat ini kami baru sebatas mengantongi calon tersangka saja,a�? akunya.

Rodiansyah tidak membeberkan dugaan penyimpangan dermaga Apung. Namun, dia memastikan jika hasil penyelidikan mereka terdapat indikasi yang mengarah pada kerugian negara. a�?Kami berani naikkan ke penyidikan, karena ada dugaan korupsi,a�? tegasnya lagi.

Pembangunan Dermaga Apung Gili Gede dimulai sejak 2013. Sekarang, dermaga itu belum jelas pemanfaatannya. Kapal-kapal pengangkut wisatawan belum banyak yang bersandar.

Pembangunan dermaga apung ini diduga menuai sedikit masalah. Ada beberapa kontruksi bangunan yang diduga bermasalah. Di samping itu, pelabuhan ini belum dimanfaatkan secara optimal. Diduga, pembangunan dermaga itu belum cocok menjadi pelabuhan kapal-kapal.

Berdasarakan data yang diperoleh koran ini, proyek dibiayai Kementerian PDT dan dimenangkan PT Suramadu Indah. Nilai proyek Rp 6,188 miliar dan dikerjakan selama 90 hari. (jlo/r12)

Related posts

Video Adu Jotos Siswi Loteng Viral

Redaksi Lombok Post

Miras, No Way!

Iklan Lombok Post

Sedunia Kompak Lebaran Jumat

Leave a Comment