Lombok Post
Headline Politika

Ternyata, Islah Golkar hanya Sandiwara

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) bersama Dua kelompok pengurus Partai Golkar Agung Laksono (kanan) dan Aburizal Bakrie (kiri) saat pertemuan islah Partai Golkar rumah dinas Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (30/5). Partai Golkar resmi mencapai islah. Kesepakatan itu dicapai demi memastikan keikutsertaan Golkar dalam pemilihan kepala daerah serentak pada akhir tahun ini. FOTO: PUTU WAHYU RAMA/RM

* Kubu Agung Ancam Batalkan Islah, Ical cs Siapkan Rapimnas

JAKARTA – Kepengurusan Partai Golkar kubu Agung Laksono mengancam membubarkan kesepakatan islah dua pohon beringin yang telah diteken beberapa hari lalu. Pasalnya, kubu Aburizal Bakrie (Ical) egois dan tidak dapat bekerjasama demi menjadi kontestan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Terlebih, kubu hasil Musyawarah Nasional (Munas) IX Bali telah melakukan rapat konsolidasi internal yang menghasilkan agenda melaksanakan rapat pimpinan nasional (rapimnas).

Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Leo Nababan menyatakan, pesimistis kesepakatan kerja sama dengan kubu Ical akan berlanjut menjadi islah. Dia menilai, kesepakatan kerja sama yang telah ditandatangi di rumah Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) terancam tidak sampai pilkada.

“Kami yakin kesepakatan tersebut sudah tidak ada gunanya lagi untuk dilanjutkan. Ya, artinya kesepakatan kemarin bubar,” ungkapnya kepada JPNN.

Leo menjelaskan, alasan kemungkinan bubar adalah karena kubu Ical tidak mungkin sepakat bahwa yang berhak menandatangani pencalonan yang diajukan Partai Golkar adalah kubu Agung Laksono. Itu karena kepengurusan yang sah adalah kepengurusan Agung Laksono yang sempat mendapat Surat Keputusan (SK) Kemenkum HAM.

“Kalau mereka tidak mau, ya bubar. Karena tidak mungkin ada dua matahari,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Umum Partai Golkar versi Munas IX Bali, Aburizal Bakrie (Ical) tidak menggubris ancaman tersebut. Dia mengutarakan, pihaknya telah melakukan rapat konsolidasi dan menghasilkan tiga keputusan. Ketiga keputusan tersebut mengatur mengenai persiapan pilkada yang akan digelar pada akhir 2015 ini.

“Semua ketua dari 33 DPD hadir dan telah mendapatkan beberapa keputusan. Pertama, kita akan mengadakan Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional, red) dalam waktu singkat,” ujarnya.

Kemudian, sambung Ical, dalam rapat tersebut ditetapkan bila kesepakatan bersama untuk islah akan dilakukan agar Partai Golkar dapat mengikuti pilkada serentak. Namun, dirinya juga mengaku kecewa terhadap Golkar kubu Agung Laksono yang tetap mengadakan kegiatan partai, meski telah dilarang berdasarkan putusan provisi Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Selain itu, lanjutnya, dalam keputusan selanjutnya, penyelesaian masalah daerah akan diselesaikan oleh setiap DPD, khususnya dalam hal mempersiapkan pilkada. Menurut Ical, jika tidak juga terselesaikan, penyelesaian masalah dapat dilakukan oleh Dewan Pimpinan Partai (DPP).

“Dalam rapat tersebut juga diumumkan lima nama tim penjaringan calon kepala daerah untuk persiapan pilkada serentak 2015. Mereka adalah, MS Hidayat ditunjuk sebagai ketua, sementara empat anggota tim yaitu, Theo L Sambuaga, Syarif Tjitjip Soetardjo , Aziz Syamsuddin, dan terakhir Nurdin Halid,” katanya. (aen/r7)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Janji Korban Gempa Harus Dituntaskan

Redaksi LombokPost