Lombok Post
Kriminal

2016, Lapas Baru Dibangun

HARUS DIRELOKASI: Kondisi Lapas Mataram sudah tidak representatif menampung ratusan narapidana di dalamnya. Rencana relokasi lapas diharapkan segera terealisasi.

MATARAM – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) NTB segera membangun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) baru. Hal tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenkum HAM NTB, Maruahal Simanjuntak.

a�?Grand design-nya sudah kita persiapkan,a�? ujar Maruahal ditemui di ruangannya.

Maruahal mengatakan, grand design dan segalanya sudah diajukan ke Kemenkum HAM pusat. Jawaban dari pusat sendiri belum diterima pihaknya. Namun, Maruahal optimis rencana tersebut segera tercapai. Sebab, pembangunan lapas baru sangat layak dibangun di wilayah NTB.

Lahan untuk pembangunannya sudah ada. Yakni tanah di desa Kuripan, Lombok Barat. Tanah seluas enam hektare itu pemberian Pemkab Lobar. a�?Tanah ini nganggur sudah dua tahun,a�? beber Maruahal.

Ia menjelaskan, pembangunan lapas untuk wilayah sendiri dinilai sangat penting. Ini tidak terlepas dari keprihatinan semua pihak atas kondisi dari lapas sendiri. Khususnya Lapas Mataram.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM NTB, Liberty mengatakan kondisi dari lapas yang kelebihan muatan. a�?Kita sadari kondisi lapas sendiri sudah over capacity,a�? akunya.

Akibatanya, banyak hal yang tidak diinginkan terjadi di lapas yang ada saat ini. Ia memberikan contoh, adanya peredaran Narkoba di lapas tidak terlepas dari kelebihan kapasitas. a�?Kami sadari, ini memang ironis,a�? kata Liberty.

Ditanya pengawasan dan kemanan di lapas, Liberty tidak mau banyak berspekulasi. a�?Kemungkinan ada keterlibatan orang dalam itu kita bisa saja, tapi menuduh itu yang tidak boleh,a�? terangnya.

Selain itu, SDM pihak pemasyarakatan sendiri terbatas. a�?Bayangkan, kami bekerja mengawasi itu satu berbanding seratus. Jadi kalau pun kami ini manusia setengah dewa kami pasti akan keteteran juga,a�? bebernya.

Padahal idealnya pengawasan seharusnya satu berbanding 15 orang. Sementara itu, penghuni lapas Mataram sendiri saat ini berjumlah 600 warga binaan lebih. Ini sudah sangat berlebihan. Yang seharusnya satu lapas dihuni 200-an orang.

Ia juga menyampaikan, terkait pengawasan dan keamanan akan dilakukan penggeledahan di depan gerbang. Dan itu sudah dirancang pihak Kemenkum HAM, dalam hal ini divisi pemasyarakatannya. (cr-deq/r8)

Berita Lainnya

Jaksa Siap Eksekusi Baiq Nuril

Redaksi LombokPost

Dana BOS Dipakai Untuk Beli Motor

Redaksi LombokPost

Musim Hujan Tiba, 122 Polisi Siaga

Redaksi LombokPost

Bukti Kejahatan 2018 Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Baiq Nuril Siap Ajukan PK

Redaksi LombokPost

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Kenali Modus Jambret

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Berkas TPPO Riyadh Kembali Dilimpahkan

Redaksi LombokPost