Lombok Post
Sumbawa

Cegah Konflik, Perlu Formulasi

KASUS : Ketua tim advokasi, rekonsiliasi dan pencari fakta Pemda KSB Ustad Amir Ma’ruf Husen bersama wakil ketua Sahrul Mustofa saat menggelar silaturahmi dengan media massa, kemarin.

TALIWANG – Pembentukan tim advokasi dan rekonsiliasi Pemda KSB terkait peristiwa Mei membara beberapa waktu lalu kembali ditegaskan bukan untuk membenturkan diri dengan lembaga atau institutsi tertentu.

Pembentukan tim tersebut lebih kepada upaya untuk mencari tahu fakta dan data yang riil yang terjadi dilapangan sampai pecahnya insiden berdarah tersebut. Data-data itulah yang nantinya akan dijadikan acuan dan rekomendasi tim untuk mencegah atau mengantisipasi hal-hal semacamnya di kemudian hari.

a�?a��Kita butuh data-data dan fakta riil yang terjadi di lapangan. Kenapa, bisa saja data yang didapatkan itu nantinya akan digunakan untuk membantu dalam melakukan advokasi terhadap warga KSB yang saat ini sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka,a��a�� jelas wakil ketua tim advokasi, rekonsiliasi dan pencari fakta, Sahrul Mustofa, di hadapan sejumlah wartawan, kemarin.

Kesimpulan yang didapat tim ini nanti, selanjutnya akan diserahkan kepada Bupati KSB. Data itu akan menjadi acuan pemerintah agar bagaimana bisa mengambil sikap cepat supaya aksi atau insiden Mei ini tidak terjadi lagi.

Sangat mustahil bagi pemerintah untuk bisa meredam aksi massa jika tidak ada formulasi yang tepat untuk melakukan hal itu. Pembentukan tim itu saat ini bukan saja bertujuan untuk menyelesaikan kasus yang sudah terjadi, tapi juga bagaimana mencegah hal-hal seperti ini tidak lagi terulang di bumi Pariri Lema Bariri. a�?a��Bagaimana kita mau katakan ke masyarakat jangan berkonflik, karena ini merugikan, sementara kita sendiri tidak punya data berapa jumlah kerugian, siapa yang dirugikan dan dampaknya seperti apa juga kita tidak punya,a��a�� katanya.

Pembentukan tim itupun kembali ditegaskannya sebagai upaya melihat anatomi konflik. Sebab-sebab konflik itu apa, pemicunya apa, aktornya siapaa, kepentingan aktor seperti apa, dan korbannya berapa. a�?a��Makanya kita butuh data-data yang lengkap. Soal proses yang dilakukan kepolisian sendiri, silakan polisi bekerja dan kamipun bekerja, mungkin nanti bisa kita juga sinkronisasi, sehingga bagaimana hal-hal seperti ini ke depannya tidak lagi terjadi,a��a�� paparnya.

Tugas dan kerja tim ini, lanjutnya, bagaimana bisa mengumpulkan data dan informasi sebanyak-banyaknya, supaya peristiwa ini bisa terang benderang dan itu bisa digukana sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan bagi Pemda KSB ke depannya. a�?a�� Kita juga berharap teman-teman media bisa ikut memberikan masukan, sehingga hasil kerja tim ini bisa lebih maksimal dan mampu membuahkan sebuah rekomendasi yang berguna ke depannya,a��a�� sebutnya.

Apalagi, potensi-potensi konflik yang muncul ini bisa saja masih terjadi. Untuk mencegah munculnya potensi itu langkah apa saja yang perlu dilakukan pemerintah, inilah yang perlu dirumuskan. a�?a��Tidak ada yang perlu dicurigai dengan adanya tim ini. Apalagi sengaja diarahkan atau dibenturkan dengan institusi terkait. Karena kerja tim ini sendiri tujuannya bagaimana mencari formulasi supaya insiden seperti itu tidak lagi terjadi,a��a�� pintanya.

Tidak mungkin sebuah konflik itu muncul dengan sendirinya tanpa diketahui akar dan penyebab masalahnya. a�?a��Inilah yang kita pilah, mana pemicunya, apa aktornya, mana korbannya dan dampaknya bagi masyarakat inilah yang ingin kita sampaikan nantinya. Tapi kalau semua informasi yang berkembang itu kita serap tanpa disertai dengan pembuktian dilapangan, hanya berdasarkan katanya-katanya, tentunya formulasi yang kita hasilkan tidak akan maksimal,a��a�� tambahnya.

Soal pengungkapan kasus meninggalnya satu warga KSB, secara tegas disampaikan tim tidak akan mencampuri hal tersebut, karena memang ini sudah menjadi domain dan kewenangan kepolisian, sebagai lembaga yang berhak melakukan penyelidikan. a�?a��Intinya, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dengan adanya tim ini. Jangan hanya dilihat satu tujuan saja, tapi mari kita lihat tujuan-tujuan lain untuk perbaikan kedepan, sehingga kita tidak lagi terjebak dengan konflik yang sudah tentu hanya bisa menimbulkan dan mengasilkan kerugian bagi masyarakat,a��a�� tambahnya.

Penjelasan ini disampaikan tim bentukan pemda KSB itu disela-sela bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan. Silaturahmi ini sekaligus meluruskan adanya sejumlah informasi yang mungkin tidak terlalu dipahami masyarakat atas pembentukan tim tersebut. (far/r9)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya