Lombok Post
Sportivo

Jam Terbang Tinggi, Sudah Tujuh Kali Latih Atlet PON

DIANDALKAN: Pelatih Pelatda Pencak Silat Dedy S Darere saat melatih atletnya di Padepokan GOR 17 Desember.

* Pelatih Andalan NTB di PON XIX/2016 Jabar (4)

KONI NTB telah menunjuk pelatih untuk membantu atlet berprestasi pada PON XIX/2016 Jawa Barat. Salah satunya adalah Dedy S Darere, pelatih Pelatda cabor Pencak Silat.

Setiap orang yang pernah melihatnya, pasti akan mudah mengingat sosok Dedy S Darere. Penampilannya berbeda dengan pelatih lainnya. Rambut gondrong ditambah kumis tebal merupakan ciri khas pelatih gaek pencak silat ini.

Pria kelahiran 29 Januari 1965 ini, sudah menyumbangkan begitu banyak prestasi. Setiap atlet yang pernah dilatih pastinya merasakan bagaimana tangan dingin pelatih kawakan ini.

Tak ada yang meragukan kinerja melatihnya. Gelontoran medali telah ia sumbangkan untuk Bumi Gora di berbagai Kejurnas maupun even besar. Dia juga turut andil sehingga cabor pencak silat kini selalu mendapat perhatian khusus. Bagi daerah lain pesilat NTB merupakan pesaing berat. Atas dasar inilah Pemprov dan KONI NTB menargetkan dua medali emas pada PON di Jabar tahun depan.

Prestasi terakhirnya di ajang multieven empat tahunan itu, mengantarkan anak asuhnya menyumbangkan dua medali emas. PON XIX Jabar nanti terasa begitu spesial bagi Dedy. Lantaran merupakan kali ke tujuh ia melatih kontingen pencak silat NTB.

Bagi seorang Dedy, kunci menjadi seorang atlet berprestasi adalah mental. Menurutnya, bertanding memang sangat penting bagi atlet untuk memaksimalkan apa yang mereka lakukan saat latihan. Akan tetapi, mental berpengaruh besar keberhasilan atlet. a�?Mental juang, faktor utama keberhasilan atlet untuk mendukung meraih medali yang diimpikan,a�? ungkapnya pada Lombok Post.

Kata Dedy, mereka yang kuat secara mental tak akan terpengaruh seberapa brutal keadaan. Para atlet yang sudah ditempa sedemikian keras akan mampu bertahan. a�?Untuk bisa berhasil di PON nanti salah satunya mental pemain harus dipersiapkan dengan optimal,a�? tegasnya.

Menurutnya, seorang atlet harus mampu berfikir sistematis dan dapat mengelola mental dengan baik serta memotivasi diri untuk selalu ingin menjadi yang terbaik. Atlet yang dapat memacu semangat dengan berkata kepada diri sendiri bahwa dia mampu, akan sangat baik hasilnya.

a�?Atlet yang baik juga mampu menanamkan mental. Mental disiplin, mental daya juang dan mental menjadi juara adalah kompenen dasar yang harus dimiliki atlet apabila mau berhasil,a�? jelasnya.

Untuk itu, dalam setiap latihan, ia selalu mendorong kepada keempat pesilatnya untuk memperbaiki mental sebelum berlaga di ajang PON nanti. a�?Teknik memang perlu, namun jika tidak disertai mental tidak ada gunanya,a�? tandasnya. (bersambung/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post