Headline Selong

Nunggak Raskin, Rakyat Sengsara

SELONG – Penyaluran beras miskin (Raskin) di Lombok Timur tak terlepas dari sejumlah masalah. Disamping kualitas dan pola retribusi, persoalan pembayaran menjadi masalah lain yang tak bisa dikesampingkan.

a�?Sangat sering kami temukan desa-desa yang menunggak,a�? kata Kabag Ekonomi Pemkab Lotim Fauziah.

Dengan tunggakan tersebut, ia mengatakan rakyatlah yang menjadi korban. Pasalnya, jika menunggak dalam satu periode penyaluran, maka Bulog akan menahan jatah raskin bulan selanjutnya. Setelah melalui berbagai penelusuran, ditemukan fakta kalau tunggakan bukanlah kesalahan masyarakat, melainkan pihak desa.

Dalam berbagai penyaluran, uang yang sudah dibayar ke desa sebagai koordinator kerap digunakan untuk membiayai keperluan desa terlebih dahulu. a�?Ini kan tidak boleh dan menyalahi aturan,a�? katanya.

a�?Warga penerima sudah bayar, tapi desa tak langsung serahkan ke Bulog,a�? tambahnya lagi.

Hal tersebut, kata wanita berjilbab ini, sudah berulang kali diingatkan. Namun dengan berbagai alasan, pihak desa masih saja meminjam pakai uang setoran warga. Itulah yang membuat pihaknya kerap frustasi menghadapi desa-desa yang nakal.

Data yang ada menunjukkan ada desa yang menunggak sejak Maret. Akibatnya, jatah April, Mei, hingga Juni tak disalurkan Bulog. a�?Kalau ada temuan seperti itu, warga tolong ingatkan desanya,a�? imbau Fauziah.

Dari 254 desa seluruh Lotim, tercatat 137.973 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) alias rumah tangga miskin. Mereka menerima 15 kilogram beras setiap bulan dengan harga bulog Rp 1.600 untuk setiap kilogram jatah yang diterima. (yuk/r11)

Related posts

Fantastisnya Bisnis Mobile App

Redaksi Lombok Post

Pilkada Serentak Jalan Terus

Redaksi Lombok Post

Merindu Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Leave a Comment