Lombok Post
Kriminal

Bandar Gocek Diciduk

Kompol I Gusti Suarnaya

MATARAM – Meski digerebek berkali-kali, para penjudi sabung ayam (gocekan) masih saja tetap melakukan aktivitasnya. Polsek Cakranegara menangkap salah seorang Bandar sabung ayam bernama I Ketut Sudiartha alias Ketut Perut, 34 tahun dalam razia yang berlangsung di daerah Abian Tubuh Selatan, beberapa hari lalu.

Berawal dari informasi masyarakat, ditempat tersebut sering berlangsung judi sabung ayam. Tim opsnal Polsek Cakranegara melakukan pengintaian. Dengan berpakaian preman, polisi terus memantau tempat tersebut.

a�?Saat kita datang, pertarungan ayam sedang berlangsung,a�? kata Kapolsek Cakranegara Kompol I Gusti Suarnaya saat ditemui di ruangannya, kemarin.

Saat itu, pertarungan telah berlangsung selama tiga ronda. Hingga ketika ronde ke empat akan dimulai, polisi langsung memasuki arena tersebut. seketika suasana menjadi riuh. Para penjudi berhamburan melarikan diri.

a�?Kita sengaja menunggu hingga empat ronda, biar barang buktinya juga dapat,a�? jelasnya.

Namun, rupanya para pelaku sudah mengantisipasinya, mereka sengaja tidak menyerahkan uang taruhannya kepada bandar agar tidak bisa menjadi barang bukti. a�?Uangnya masih dipegang sama penjudi masing-masing, jadi mereka bisa berkelit kalau itu bukan buat judi,a�? imbuh Suarnaya.

Tapi tentu saja polisi tetap menangkap salah seorang yang diduga menjadi otak perjudian tersebut. Ketut yang saat itu langsung digeledah, sebelumnya terlihat aktif menjadi pekemar atau bandar.

Di dalam tas yang ia bawa, polisi menemukan uang sepuluh ribu rupiah. Meskipun jumlah uang tergolong kecil, namunn Ketut tidak bisa berkelit ketika polisi menemukan sejumlah taji sebagai bukti bahwa telah terjadi praktek perjudian di tempat tersebut.

a�?Kita sita dua buah taji, satu buah kurungan ayam, satu kemong (gong kecil) beserta pemukulnya, satu ekor ayam yang masih hidup, dan tiga sudah mati. Itu sudah menjadi bukti yang cukup,a�? tegasnya.

Suarnaya pun mengimbau agar masyarakat turut serta berperan dalam pembasmian judi. Ia berharap para tokoh masyarakat dan tokoh agama juga ikut mengingatkan agar masyarakat menghentikan aktifitas haram tersebut. a�?Untuk masyarakat, marilah bekerjasama. Untuk penjudi, berhentilah segera karena sejarahnya judi itu tidak bikin kaya. Tapi, malah akan bikin kerukut (sengsara),a�? tandas Suarnaya. (cr-mas/cr-van/r8)

Berita Lainnya

Buron Pembegalan Wisatawan Tertangkap di Sekotong

Redaksi LombokPost

Lagi, Pelajar di Lombok Tengah Terseret Kasus Narkoba

Redaksi LombokPost

Ombudsman RI Pantau Kasus Buku Kemenag

Redaksi LombokPost

Dana Rehabilitasi Sekolah Melonjak Rp 1,2 Miliar

Redaksi LombokPost

Bangun Tidur, Begal Dicokok Polisi

Redaksi LombokPost

Gubernur Yakin Kemampuan Brimob

Redaksi LombokPost

Polda Kantongi Data Baru Kasus Pengadaan Buku Madrasah

Redaksi LombokPost

Berkas Banding Merger BPR Dilimpahkan

Redaksi LombokPost

Utamakan Langkah Preventif

Redaksi LombokPost