Lombok Post
Metropolis

Horea��, Dishub Siapkan Angkutan Sekolah

MACET: Kemcetan di salahsatu ruas jalan enuju jalan Pendidikan Mataram

MATARAM – Kemacetan menjadi masalah serius yang dihadapi Kota Mataram. Pesatnya perkembangan dan pertumbuhan penduduk, pembangunan serta lainnya, membuat Mataram sulit terhindarkan dari kemacetan.

“Kemacetan adalalah hal yang tak bisa kita pungkiri. Dalam beberapa tahun ke depan tingkat kemacetan semakin terus bertambah,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram H Khalid kepada Lombok Post.

Di beberapa titik, seperti di jalan Langko dan jalan Pendidikan, kemacetan seringkali terjadi. Untuk itu, pemerintah melalui Dishub telah menyiapkan beberapa program untuk mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya yakni dengan menyediakan angkutan sekolah.

Angkutan sekolah bertugas mengantar jemput pelajar di Mataram. Program ini juga merupakan salah satu dari upaya pemberdayaan angkutan umum yang kini sedang mati suri akibat menjamurnya pengguna kendaraan pribadi.

“Kami akan menyiapkan angkutan umum yang bisa digunakan sebagai angkutan sekolah dengan trayek jalur tertentu,” terang Lalu Wirajaya, Kabid Angkutan Darat.

Ia menjelaskan, nantinya para pelajar di wilayah Kota Mataram akan ditunggu angkutan sekolah di titik tertentu untuk diantarkan berangkat ke sekolah. Kemudian, mereka juga nantinya dijemput untuk diantarkan kembali ke titik dimana mereka dijemput tadi.

Jadi, orang tua tidak harus repot-repot untuk mengantar-jemput putra-putri mereka ke sekolah. Cukup ke tempat penjemputan dan pengantaran oleh angkutan umum yang sudah disiapkan.

“Misalnya saja di Ampenan, kami akan siapkan angkutan di Malomba dan di titik yang lainnya. Jadi para pelajar di wilayah tersebut akan ditunggu angkutan sekolah di sana dan diantar pulang ke sana,” jelas Lalu Wirajaya.

Namun, agar program ini bisa berjalan dengan maksimal. Terlebih dulu pihak Dishub akan menjalin kerja sama untuk melakukan kajian dengan pihak akademisi. Dalam hal ini bekerjasama dengan pihak Universitas Mataram Pusat Kajian Tranportasi Geologi.

Karena untuk menentukan titik-titik lokasi penjemputan dan pengataran para pelajar, harus dilakukan pemetaan terhadap tempat tinggal para pelajar. Sehingga nantinya lokasi angkutan sekolah tidak terlalu jauh dari rumah pelajar.

Pihak Dishub menjelaskan, di luar jam mengantar-jemput para pelajar, angkutan umum tersebut bisa beroperasi seperti biasanya. “Angkutan umum ini juga sudah kami pilih dan berikan pembinaan. Karena keselamatan dan kenyamanan para pelajar juga menjadi perhatian kami,” terang Mahfudin Nur Kabid Operasi Pengendalian.

Dengan progrma ini diharapkan kemacetan di beberapa lokasi jalan raya Kota Mataram bisa teratasi. Angkutan umum juga bisa kembali diberdayakan. (ton/r8)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost