Lombok Post
Giri Menang Headline

Kasat Ngaku Islah, Anggota Ngaku Belum

MASUK KANTOR: Kasat Pol PP Lobar I Nengah Sugiartha meneken kuitansi pencairan dana kesra dan gaji anggota di ruang lobi kantornya, kemarin. Ia belum diizinkan masuk ke dalam ruangannya.

*Ical Teken Gaji tapi Dilarang Masuk Ruangan

GIRI MENANG – Kabar islah Kasat Pol PP Lobar I Nengah Sugiartha dengan anggotanya menggema di pemda. Dua kubu yang berseteru itu sempat bertemu di ruang lobi Kantor Bupati.

Pertemuan itu sengaja digagas untuk mendamaikan. Mereka pun sempat bersalam-salaman. Hanya saja, anggota tetap menolak kehadiran Kasat. a�?Tadi sudah salam-salaman. Kami bertemu di kantor bupati bersama anggota,a�? kata Sugiartha kepada wartawan, kemarin.

Ical sapaan akrab Sugiartha mengklaim konflik internal itu telah berakhir. Anggota telah menerima kehadirnya di kantor. Bahkan, dirinya saat masuk ke kantor tidak mendapat hadangan dari anggota. a�?Kita sudah islah, semua sudah menerima,a�? klaimnya.

Ia mengaku, setelah pertemuan di lobi kantor bupati, dirinya beranjak untuk ke kantor. Tujuannya untuk kembali bekerja seperti semula. a�?Saya lagi teken pencairan uang kesra ini,a�? ungkapnya.

Saat berada di kantor, Ical hanya ditemani Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sat Pol PP Nyoman Sucana. Sementara, para Kasi maupun anggota terkesan menghindar. Mereka hanya sekadar menyapa saja, lalu pergi.

Ical sempat ingin masuk ke ruangannya. Namun, kunci ruangan dipegang anggota. Iapun sempat menunggu, hanya saja anggota yang memegang kunci tak kunjung tiba di kantor.

a�?Kunci dibawa sama anggota. Saya sebenarnya mau masuk,a�? akunya sembari menegaskan dirinya akan kembali berkantor Senin mendatang.

Terpisah, anggota Pol PP Gusti Lanang, Peter, Budi, dan Andar ramai-ramai membantah telah islah dengan Kasat. Mereka menegaskan, anggota dan Kasat sama sekali belum mencapai kata damai. a�?Belum islah, dia hanya minta maaf secara pribadi. Islah kedinasan belum,a�? kata Lanang diamini rekannya yang lain.

Ia mengaku, pertemuan di kantor bupati bukan untuk tujuan islah. Tapi, berkaitan dengan penandatanganan pencairan gaji dan dana kesra anggota.

a�?Kesepakatan awal dari pertemuan itu yakni teken gaji. Karena, sebelumnya sekda sudah dua kali kirim nota dinas tapi tidak digubris,a�? bebernya.

Ia mengaku, ketika Kasat berada di kantor, anggota sebenarnya meminta keluar. Sebab, anggota tidak mengizinkan Kasat masuk lagi dan menolak kehadirannya. (jlo/r12)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost