Lombok Post
Headline Pendidikan

Penerimaan Rombel Harus Konsisten

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Mataram, Umar

* PPDB DiserahkanA�Langsung ke Sekolah

MATARAM – Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) langsung ke satuan pendidikan diapresiasi beberapa kepala sekolah. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Mataram Umar mengatakan, kebijakan PPDB tergantung instruksi dari Dinas Dikpora Mataram. Sebagai kepala sekolah, ia akan melaksanakan tugas sesuai instruksi tersebut.

a�?Kami sih ikut saja apa yang menjadi instruksi dinas,a��a�� katanya, Jumat (5/6).

Dijelaskan, PPDB melalui sekolah, bisa dibandingkan dengan kebijakan ketika PPDB diakomodir dinas. a�?Nanti diputuskan mana yang terbaik. Ada rujukan nantinya,a�? bebernya.

Umar mengingatkan, kepercayaan yang diberikan dinas jangan sampai dikotori. Sekolah harus menerima siswa sesuai dengan fasilitas yang tersedia. a�?Jangan melebihi kuota yang ditentukan,a��a�� ucapnya.

Disamping itu, kata dia, sekolah tidak bisa menerima siswa baru asal-asalan. Umar melihat beberapa satuan pendidikan di Mataram masih menerima siswa sebanyak-banyaknya. a�?Terutama pada sekolah yang masih menerapkan Kurikulum TingkatA� Satuan Pendidikan (KTSP),a�? imbuhnya.

Lebih lanjut, saat ini dalam PPDB mengacu pada jumlah siswa yang keluar. Misalnya tujuh rombongan belajar (rombel) siswa keluar, maka siswa masuk hanya tujuh rombel. Harusnya ini diterapkan di sekolah yang menerapkan double shift. a�?Jika mengacu seperti itu maka atuan pendidiikan tetap melaksanakan pembelajaran sistem double shift,a��a�� katanya.

Menurut Umar, jika K-13 ini berlaku pada semua sekolah di Mataram, satuan pendidikan harus memangkas jumlah siswa baru.

a�?Sekolah menerapkan double shift tidak bisa melaksanakan K-13. K-13 jam belajar 48 perpekan, sedangkan KTSP 40 jam perpekan,a��a�� terangnya.

Umar meminta dinas untuk memantau langsung PPDB di sekolah. Dinas Dikpora harus tahu ruang tersedia di masing-masing satuan pendidikan.

a�?Sehingga tak melebihi kapasitas dalam PPDB,a�? tambahnya.

Terpisah, Kepala SMAN 2 Mataram Kun Andrasto mengatakan, pihaknya tak bisa menerapkan pembelajaran tanpa double shift saat ini. Jika siswa masuk pagi, sekolahA� harus menerima empat rombongan belajar pada PPDB tahun ini. Sementara, animo masyarakat di sekolah yang dipimpinnya cukup tinggi. a�?a��Sekolah nanti jadi sasaran amukanA� masyarakat jika anak di sekitar lingkungan tak bersekolah,a��a�� katanya.

Kun mengungkapkan, akan mengatur PPDB di sekolah agar tak terjadi hal yang tak diinginkan. Sekolah menerima siswa sesuai dengan jumlah siswa keluar tahun ini.(jay/r13)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost