Lombok Post
Headline Selong

Kadis Mahsin Sebut Dewan Kelewatan

Kepala Dinas Dikpora Lotim

* Pansus Pendidikan Berlebihan, Urus Pupuk Saja

SELONG – Dinas Dikpora Lotim mulai melancarkan serangan balik terhadap Pansus Pendidikan yang dibentuk dewan. Cara-cara yang dilakukan dalam menjalankan tugas dinilai kelewat batas dan berlebihan.

a�?Mereka itu sudah seperti KPK saja,a�? kata Kadis Dikpora Lotim Mahsin.

Di hadapan ratusan guru yang secara khusus dikumpulkan, ia yang belakangan terus dipojokkan atas berbagai persoalan pendidikan mengeluarkan jawabannya. Ia mengatakan tak habis pikir dengan cara-cara dewan dalam menjalankan tugas.

Jika memang ada temuan, data, dan fakta lapangan, dipersilakan melakukan kroscek dan klarifikasi secara baik sesuai prosedur. Namun yang terjadi justru memojokkan yang cenderung menghakimi bahkan menghujat. a�?Saya heran dengan caranya itu, urus saja pupuk yang lebih penting,a�? katanya balik menyarankan pansus.

Guru-guru secara khusus diminta tak datang ke dewan jika ada pansus yang hendak meminta data. Untuk datang menghadiri pansus haruslah seizin Dikpora terlebih dahulu.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan para guru agar waspada terhadap gerakan yang hendak menggoyang Dikpora Lotim. Dia meminta semua guru yang hadir bersatu dalam barisannya. Terus menyuarakan semangat perjuangan.

Disinyalir, ada pihak tertentu yang hendak memancing di air keruh. Pihak itu lanjut Mahsin mencoba mencari-cari permasalahan baru, utamanya terkait sertifikasi. a�?Kalau ada yang demo ke sini, kita lawan,a�? tegasnya.

Ia memerintahkan seluruh unsur guru tegas melawan kezoliman. a�?Jangan takut, ini perjuangan untuk anak cucu kita,a�? imbaunya.

Sementara itu, Ketua Pansus Pendidikan DPRD Lotim HL Hasan Rahman enggan menanggapi serangan Mahsin. Menurutnya dewan yang membentuk pansus semata untuk memperbaiki dunia pendidikan Lotim.

Jika ada temuan dan ditanyakan pada Dikpora selaku leading sector semata mencari kebenaran. Tidak ada niatan memojokkan pihak tertentu. Apalagi sampai pada upaya penggulingan. a�?Kita profesional saja, berjalan sesuai aturan,a�? kata ketua Komisi II DPRD Lotim ini. (yuk/r11)

Berita Lainnya

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Masih Banyak Warga Loteng Buang Air Besar Sembarangan

Redaksi LombokPost

Pemkab dan ITDC Raih Penghargaan ISTA

Redaksi LombokPost

Ahli: Penangkapan Muhir Bukan OTT

Redaksi LombokPost

Menange Rambang Butuh Sentuhan

Redaksi LombokPost

SECO Tempat Khusus Minum Kopi, Bukan Memburu Wifi

Redaksi LombokPost

Kuota Haji Lotim 2019 Bertambah

Redaksi LombokPost