Lombok Post
Headline Metropolis

Aneh, Ada PNS Bekerja 20 Menit Sehari

ARAHAN: Asisten I Pemprov NTB H Abdul Hakim memberi arahan dalam sosialisasi Peraturan Gubernur No 25 Tahun 2014 tentang disiplin kerja PNS lingkup provinsi, kemarin.

*Disiplin PNS Lingkup Pemprov Hancur

MATARAM – Memalukan! Mendapat gaji dan fasilitas mentereng, rupanya tak sebanding dengan kinerja para pegawai negeri sipil lingkup Pemprov NTB. Bahkan, ada di antara mereka, yang kalau dihitung detail, hanya mengurus pekerjaan dinas cuma 20 menit dalam sehari jam dinas.

a�?Memang tidak bisa kita pukul rata. Tapi, bisa dibilang dalam satu hari, ada PNS yang cuma kerja 20 menit.Tentu ini hanya berlaku bagi PNS yang memang malas,a�? ujar Kepala Biro Organisasi Pemprov NTB Tribudi Prayitno, kemarin.

Penegasan itu dia sampaikan dalam sosialisasi Peraturan Gubernur No 25 Tahun 2014 di kantor gubernur kemarin. Menurut dia, selama ini secara kasat mata, waktu kerja PNS banyak terbuang sia-sia karena hal yang bersifat pribadi.

Misalnya untuk antar jemput anak sekolah. Kalaupun sedang di kantor, banyak aktivitas main game atau hp. Atau hanya sekadar membaca koran di kantor. Dari hal-hal itu kata dia, waktu kerja PNS selama satu hari terbuang percuma.

Di tempat yang sama, Asisten I Pemprov NTB H Abdul Hakim juga mengungkapkan ada pula PNS yang tingkat disiplinnya sudah parah, malah mengakali absensi sidik jari. Absensi ini sebetulnya sudah diterapkan di seluruh SKPD. Namun, masih dimanipulasi. Kata Hakim, kendati absensi secara fisik menggunakan alat elektronik, daftar absensi kenyataannya harus disalin manual. Dalam proses penyalinan itulah, manipulasi dilakukan.

Temuan Badan Kepegawaian Daerah, bahkan ada salah satu kepala balai yang sebenarnya tidak pernah absen selama satu bulan penuh. a�?Ini harus dibenahi. Ke depannya, kecurangan ini tidak boleh ada. Semua pihak harus punya komitmen,a�? tegas Hakim.

Masih lemahnya tingkat disiplin PNS ini juga terpantau di lapangan. Dari beberapa kali sidak oleh Satpol PP NTB, masih ditemukan oknum PNS yang keliaran saat jam kerja efektif. Belum lagi PNS yang kedapatan masih sering telat mengikuti apel pagi.

a�?Masih banyak PNS yang dijangkiti penyakit kudis (kurang disiplin). Sudah diberi toleransi jam masuk pun, masih saja telat,a�? kata Kepala Satpol PP NTB Ibnu Salim yang ikut bicara pada sosialisasi tersebut.

Lemahnya disiplin PNS sudah lama menjadi sorotan. Tahun 2014 saja tercatat 116 PNS di lingkup Pemprov yang terkena sanksi akibat indisipliner. Di antaranya bahkan ada yang sampai harus diberhentikan.

Ibnu menilai, ini tak terlepas dari masih lemahnya pembinaan oleh masing-masing pimpinan SKPD. Ia menekankan, atasan seharusnya tidak boleh lepas tangan untuk mengawasi disiplin bawahannya. Pembinaan secara internal harus dilakukan. a�?Kontrol secara internal masih lemah,a�? kritiknya.

Padahal, penegakan disiplin perlu dilakukan secara berjenjang. Mulai dari teguran secara lisan, tertulis, hingga sanksi paling berat yakni berujung pemberhentian. a�?Teguran itu harusnya diawali dari atasannya langsung. Sehingga, tidak ada pembiaran dan ini untuk mengantisipasi adanya PNS yang diberhentikan akibat indisiplin,a�? tegas Ibnu.

Sesuai Pergub, PNS akan diberikan teguran lisan dan tertulis jika dalam waktu 5 hingga 10 hari tidak masuk kantor. Bagi PNS yang tidak hadir 16 hingga 30 hari, maka akan mendapatkan hukuman disiplin sedang berupa penundaan kenaikan gaji berkala, penundaan kenaikan pangkat, dan penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun.

Sedangkan hukuman disiplin berat, berupa penurunan pangkat selama 3 tahun, mutasi dalam rangka penurunan jabatan, pembebasan dari jabatan, dan pemecatan dengan tidak hormat diberlakukan bagi PNS yang bolos ngantor selama 31 hari kerja ke atas. (uki/cr-dit/r12)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post