Lombok Post
Tanjung

Izin Tetap Diberikan

PEMBALAKAN
PEMBALAKAN: Aktifitas illegal logging atau pembalakan liar terindikasi masih marak terjadi di sejumlah kawasan hutan di Pulau Lombok. Termasuk di kawasan hutan lindung area perbatasan Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tampak tumpukan kayu hasil illegal logging di kawasan hutan Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada.

TANJUNG – KPH Rinjani Barat menyebutkan tetap mengeluarkan izin kepada Koperasi Kompak Sejahtera melakukan pengolahan kayu pohon tumbang di areal hutan produksi.

Meski, kasus illegal logging yang diduga dilakukan oknum anggota koperasi di Dusun Pawang Busur, Desa Rempek sempat mencuat. a�?Izin tetap berjalan. Dan izinnya hanya untuk pengolahan kayu pohon tumbang,a�? ujar Kepala KPH Rinjani Barat Madani Mukarom.

Untuk diketahui, illegal logging dilakukan di hutan produksi dimana di lokasi tersebut Koperasi Kompak Sejahtera melakukan pengolahan kayu pohon tumbang. Izin pengolahan sendiri didapatkan koperasi dari KPH sejak Maret lalu.

a�?Untuk mencegah hal seperti ini terulang, pengawasan akan kita perketat,a�? tandasnya.

Lebih lanjut, Dani mengungkapkan saat ini pihaknya masih mengejar empat pelaku penebangan liar di areal hutan produksi tersebut. a�?Identitas sudah kita kantongi, masih dalam pengejaran,a�? katanya.

Terpisah, Ketua Koperasi Kompak Sejahtera Suryadinata menegaskan, jika pelaku telah dikeluarkan dari koperasi dan dalam hal ini pihaknya membantah jika itu dilakukan anggotanya.

a�?Mereka bukan dari koperasi. Kami menduga mereka menebang pohon dan menjadikan kerja sama antara KPH dan koperasi sebagai tameng,a�? tandasnya.

Suryadinata meminta KPH dan pihak berwajib untuk segera menangkap pelaku illegal logging tersebut. Terkait indikasi salah satu pelaku sebagai anggota koperasi, Suryadinata menegaskan yang dimaksud tersebut bukan anggota koperasi. Namun memang pernah bekerja kepada koperasi.

a�?Selama bekerja ada indikasi dia melakukan hal yang berbeda dari prosedurnya. Akhirnya dia tidak kami pekerjakan lagi sudah sebulan yang lalu diberhentikan,a�? katanya. (puj/r11)

Berita Lainnya

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost

Pelebaran Jalan Ganggu Distribusi Air

Redaksi LombokPost