Lombok Post
Metropolis

Jangan Beri Uang ke Pengemis!

Ilustrasi Pengemis
Ilustrasi Pengemis

* Wali Kota Keluarkan Surat Imbauan

MATARAM – Jelang Ramadan, Wali Kota Mataram melarang warga memberi uang pada pengemis. Hal ini sesuai Surat Edaran Walikota Mataram Nomor 009.4/196/Dinsosnakertrans/V/2014 tanggal, 23 Mei 2014.

Surat ini merupakan imbauan kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar tidak memberikan uang pada anjal, pengemis, dan anak punk. Saat meminta-minta di perempatan dan kompleks pertokoan.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Mataram H Ahsanul Khalik menjelaskan, imbauan ini sebagai upaya mengantisipasi maraknya pengemis pada bulan puasa. Biasanya anjal dan pengemis munculA� di jalanan.

a�?Terlebih anak-anak sedang libur sekolah maka ada kemungkinan oknum tertentu mengeksploitasi anak-anak, bahkan orang tua sendiri meminta-minta,a�? katanya.

Ia menargetkan, perempatan dan kompleks pertokoan yang selama ini sudah sepi dari anjal dan gepeng harus dipertahankan selama puasa. Jangan sampe ada gangguan di perempatan dan kompleks pertokoan.

Oleh karena itu, peran masyarakat akan sangat menentukan. Dengan cara tidak memberikan apa pun.

Imbauan ini juga disebar ke lingkungan dan tempat-tempat ibadah. Khusus untuk pos pantau seperti puasa tahun 2014 lalu, pihaknya akan pelajari pola gerak anjal dan gepeng. Itu akan terlihat pada minggu pertama puasa.

a�?Tapi kemungkinan untuk pos pantau dalam rencana operasional kita sudah ada,a�? jelasnya.

Rencana pertama akan menggunakan operasi keliling, sementara pos pantau itu masuk dalam rencana kedua. Formulasi yang akan digunakan adalah membagi Satgas Sosial menjadi tiga regu. Satu regu pagi, satu regu siang dan satu regu malam.

Polanya melakukan patroli penertiban secara kuantitas akan ditingkatkan. a�?Nanti ada yang naik sepeda motor dan ada yang naik mobil, kita siapkan empat sepeda motor dan dua mobil operasional lapangan. Sehingga Satgas bisa bergerak cepat,a�? tandasnya. (ili/r8)

Berita Lainnya

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post

Mengejar Mimpi Jadi Daerah Industri

Redaksi Lombok Post

Gerbang Kota Ikut Terseok-Seok!

Redaksi Lombok Post

Spa Abal-Abal Kembali Tersenyum

Redaksi Lombok Post

Usia 16 Tahun Terlarang Menikah

Redaksi Lombok Post

330 Tukang RISHA Minggat, Rumah Korban Gempa Baru Jadi 85 Unit

Redaksi Lombok Post

Ogah Berniaga di Jalan Niaga

Redaksi LombokPost

Tolong, Jangan Masuk Angin!

Redaksi LombokPost

Volume Monumen Tak Sesuai Kontrak, Rekanan Didenda Rp 1,2 Juta Perhari

Redaksi LombokPost