Lombok Post
Headline Kriminal

Polisi Dapat Motor Curian

Razia
RAZIA: Petugas Satlantas Polres Lobar memeriksa kendaraan yang melintas di depan markasnya, belum lama ini.

* Operasi Patuh Gatarin 2015

GIRI MENANG – Operasi Patuh Gatarin berakhir kemarin. Selama operasi petugas mengamankan ratusan kendaraan yang tidak dilengkapi surat.

Dari ratusan kendaraan itu, polisi mendapati motor yang diketahui hasil curian. Motor jenis Suzuki itu merupakan hasil kejahatan di wilayah hukum Polres Mataram.

a�?Selama Operasi Patuh, kami dapat motor curian satu unit. Kini, barang bukti itu telah diserahkan kepada Satreskrim Polres Mataram,a�? kata Kasatlantas Polres Lobar Gusriyadi Abustan kepada wartawan, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan, ketika operasi patuh, pemilik kendaraan bodong itu tidak bisa menunjukkan surat kelengkapannya. Lalu, pihaknya menahan dan melakukan pengecekan. a�?Setelah dicek, ternyata motor curian,a�? jelasnya.

Selain motor Suzuki, Gusryadi mengaku ada satu kendaraan yang dicurigai hasil curian. Motor jenis Honda Beat tersebut hanya mengantongi STNK fotokopi.

Disamping itu, plat nomor kendaraan juga diduga palsu. Karena, sambung dia, dari hasil pengecekan plat yang dipasang itu merupakan nomor plat mobil. a�?Kami masih cek dan belum bisa dipastikan itu motor curian atau bukan,a�? terang dia.

Lebih lanjut, Gusriyadi mengulas hasil operasi patuh yang berlangsung sejak 27 Mei hingga 9 Juni. Menurut dia, kendaraan yang ditilang mencapai 1.627 unit. Jumlah itu gabungan pelanggaran kendaraan roda dua dan roda empat. a�?Paling banyak pelanggaran roda dua,a�? ungkapnya.

Berdasarkan data Satlantas, pelanggaran SIM sebanyak 557 pengendara, pelanggaran STNK 411 pengendara, dan helm 659 pengendara. Sementara, barang bukti yang disita, STNK sebanyak 1.175, SIM 128, motorA� 294 unit, dan mobil 30 unit.

Gusriyadi mengatakan, pengendara tanpa helm masih mendominasi. Kebanyakan mereka yang kedapatan tidak mengenakan helm, orang yang membonceng. a�?Kalau dilihat dari volume kendaraan, setiap razia hanya 25 persen yang melanggar,a�? aku dia. Itu menandakan, pengendara mulai sadar.

Ditanya klasifikasi usia pengendara, Gusriyadi menyebutkan, pelajar berada di urutan teratas. Bagi pengendara usia pelajar, sambung dia, pihaknya tetap menahan kendaraannya. a�?Kami juga panggil orang tuanya dan dibuatkan surat pernyataan agar tidak mengizinkan anaknya membawa kendaraan jika ke sekolah,a�? tandas dia. (jlo/cr-rid/r12)

Berita Lainnya

Kepala OPD Akan “Dikocok” Ulang

Redaksi LombokPost

Cegah Aksi Para Spekulan, Polisi-Pemprov Pantau Pasar

Redaksi LombokPost

Kapolres Imbau Masyarakat Menahan Diri

Redaksi LombokPost

Penyidik LHK Lakukan Langkah Konfrontir

Redaksi LombokPost

KPU NTB Gelar Cerdas Cermat Pemilu bagi Pemilih Pemula

Redaksi LombokPost

Jaksa SP3 Kasus Izin Hutan Sekaroh

Redaksi LombokPost

Pengerukan Dermaga Labuhan Haji Terancam Molor

Redaksi LombokPost

PPK Masuk Bui, Rekanan Tak Kunjung Diadili

Redaksi LombokPost

Zul-Rohmi Perlu Banyak Sosialisasi

Redaksi Lombok Post