Lombok Post
NASIONAL

ANG Sering Diperkosa, Lalu Dibunuh

Agus, pembantu Margareith saat berbincang dengan Arist Merdeka Sirait dari KPAI 24 Mei 2015 lalu. F-MIFTAHUDDIN/RADAR BALI

*Korban Dapat Jatah 60 Persen Warisan A�

DENPASAR -A� Penderitaan ANG, 8 tahun, siswa SDN 12 Sanur yang hilang sejak 16 Mei lalu, berakhir di liang kubur dekat kandang ayam, belakang rumahnya, Jalan Sedap Malam 26, Denpasar. Pasalnya, tidak hanya ditemukan membusuk dalam kondisi penuh lebam dan empat jeratan di leher, ANG juga diduga sering diperkosa oleh pembantunya, Agustinus.

a�?Dari perkembangan sementara, didapati keterangan bahwa, mereka memang bersekongkol. Selama ini keterangan Agus tidak jelas karena dia merupakan pelaku. Dia yang menggali lubang. Dia yang mengikat leher korban hingga tewas, dan Margareth Ch Megawe (ibu angkat korban, Red) yang memasukkan korban ke lubang,a��a�� ujar sumber kepolisian yang enggan namanya dikorankan ini.

a�?Agus itu sangat kurang ajar. Di pengembangan, ternyata dia (Agus) kerap memperkosa korban. Ba***at dia,a��a�� tambah sumber tadi mengikuti keterangan penyidik.

Kata dia, pihaknya masih meminta keterangan Agus, dan beberapa orang lain termasuk Margareith Ch Megawe di Mapolresta Denpasar, kemarin.

a�?Agus sudah ditetapkan sebagai pelaku. Yvon (anak pertama Margareith, Red) sudah kami amankan barusan ini di rumahnya setelah pulang dari tempat kerja,a��a�� kata sumber tersebut.

Terkait dengan motif, sumber Bali Express (Jawa Pos Group) mengatakan bahwa, dugaan kuat karena masalah cemburu.

a�?Diduga, dua orang kakak (angkat) tersangka Ivon (kakak pertama) dan Cristina (kakak kedua), yang menjadi otak dalam pembunuhan. Karena mereka tidak mau korban mendapatkan harta dari almarhum suami Margareth Ch Megawe, yang memberikan korban 60 persen dari harta mereka. Karena itu, Margareth Ch Megawe pun terpaksa diam dan diduga tertekan batin,a��a�� tambahnya.

Dugaan itu diperkuat dengan penggalangan dukungan yang dibuat fan page Find Angeline – Bali’s Missing Child, yang sebagian besar diduga diisi oleh Cristina (anak kedua Margareith, Red). Dalam fan page itu, adminnya mengunggah berbagai foto dan membuat alibi terkait hilangnya ANG.

Terkait dengan hal tersebut, Kapolresta Denpasar belum bisa dimintai keterangan karena sedang rapat bersama jajaran.

a�?Maaf Mas kami sedang rapat,a��a�� terangnya singkat saat ditelepon malam kemarin.

Saat ini orang-orang yang diamankan polisi adalah Margareith (ibu angkat korban), Yvon (kakak angkat pertama), Christina (kakak angkat kedua), Dewa Ketut Raka (satpam), Agustinus Tae (pembantu), serta pasutri penghuni kos Susiana dan Rahmat.

Terungkapnya pembunuhan ANG salah satunya didapat dari kejanggalan yang diterima satpam Margareth Ch Megawe, Dewa Ketut Raka dari PT Patriot. Pasalnya, saat diminta oleh anak pemilik rumah yang bernama Christina untuk menjaga rumah, justru hanya disuruh jaga di bagian depan saja. Tidak boleh masuk ke dalam rumah. Hal tersebut membuat satpam tersebut curiga.

a�?Security diminta untuk jaga saja di depan. Namun, tidak diperbolehkan masuk. Hal itu membuat security pun bingung. Saat bertugas, dia bingung hanya berjaga di depan saja. Kalau ada apa-apa di dalam rumah pasti dia tanggung jawab. Saat itu lah baru kami dekati dia untuk mencari tahu,a��a�� ujar petugas kepolisian, di rumah Margareith siang kemarin.

Dijelaskannya, satpam ini pun pusing. Di saat haus dan lapar tengah malam, dia terpaksa pergi mencari minum dan makan ke tempat yang jauh. Bahkan, kalau mau buang air besar dia terpaksa pergi ke sawah-sawah.

Karena itulah dia mengeluh ke PT Patriot dan akhirnya, perusahaan berkoordinasi dengan Christina. Akhirnya, Christina pun mengizinkan buka pintu bagian timur untuk masuk jika ingin buang air besar.

a�?Kami minta tolong ke dia untuk mencari tahu keganjilan di dalam rumah tersebut. Selang beberapa hari, tidak sengaja ia masuk ke rumah tersebut dan mencari WC, dia melihat Margareith sedang berdiri dan memantau di kawasan lubang itu,a��a�� ujar sumber yang enggan namanya dikorankan.

a�?Juga sempat mengambil beberapa daun pisang yang sudah kering lalu ditaruh baik-baik di atas lubang itu,a��a�� tambahnya mengutip keterangan satpam ini.

Karena menaruh curiga, kata dia, Raka pun memperhatikan baik-baik. Namun, saat itu Margareith melihat satpam tersebut dan kaget. Kemudian Margareith meninggalkan tempat itu sambil melarang Raka untuk masuk lagi.

a�?Dari sana lah mulai terungkap. Security ini langsung menceritakan keganjilan tersebut dan akhirnya kami beritahu ke atasan. Dan, ternyata benar. Setelah digeledah ditemukan jasad anak itu,a��a�� kata sumber itu.

Setelah penemuan jasad ANG, polisi kemudian menciduk beberapa orang untuk dimintai keterangan.

a�?Kalau Margareith kami amankan di minimarket di kawasan Suwung,a��a�� terangnya.

Keterangan sumber, terkait security tersebut membuat bos PT Patriot, Benediktus saat dijumpai di TKP siang kemarin hanya membenarkan terkait permintaan Christina bahwa membutuhkan security.

a�?Itu anak buah saya. Saya ke sini karena anak buah saya juga diamankan polisi. Namun, koordinasi sementara dia hanya berstatus saksi. Dan, akan dipulangkan,,a��a�� papar pria ini.

Lanjutnya, PT Patriot tersebut ditelepon oleh orang yang bernama Christina untuk menjaga rumahnya. Setelah mendapatkan telepon itu, dua anggotanya diberi orientasi yakni Dewa (masuk pagi) dan Yosep (masuk malam). Waktu didatangi untuk orientasi di TKP mengecak halaman luar dan halaman dalam, Christina meminta untuk jaga saja di luar.

a�?Pada tanggal 4 (Juni) lalu, mereka mulai kerja. Benar, mereka mengeluh tidak ada toilet. Jadi, kami telepon ke Christina dan diizinkan masuk. Terkait apa anak buah saya yang membocorkan hal tersebut sampai terungkap, saya sendiri tidak tahu. Bahkan, dari PT Patriot pun tidak mengetahui permasalahan yang sedang ada di rumah tersebut,a��a�� terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur Kompol Redastra yang dikonfirmasi terkait kronologi pengungkapan, ia hanya menjelaskan bahwa, Polda Bali dan polresta yang mengetahui persis.

a�?Sabar, ya. Nanti kami akan kabari jika semua ini sudah jelas,a��a�� ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohanna Yambisse mengaku telah memiliki firasat atas kematian Angeline. Firasat itu muncul saat ia menyambangi kediaman sang ibu angkat di Denpasar. Meski tidak disambut dengan ramah, Yohanna mengatakan sempat melihat kandang ayam dan suasana kumuh di sekitarnya.

“Tidak tahu, waktu itu seperti ada firasat begitu,” katanya pada JPNN kemarin.

Kecurigaan itu pun semakin menguat ketika sang ibu angkat Angeline, Telly Margareth enggan ditemui. Alasannya, karena rumahnya telah dikatakan kotor dan tidak layak oleh Kepala Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait.

“Agak tidak masuk akal. Kecurigaan saya semakin besar. Karenanya, saya minta ada surat penggeledahan oleh polisi,” tuturnya.

Meski tak diharapkannya, firasat itu ternyata benar adanya. “Sangat berduka sekali ya,” sambungnya.

Oleh sebab itu, menteri perempuan pertama dari Papua ini meminta agar pihak kepolisian mengungkap seluruh fakta dibalik kematian bocah 8 tahun itu. Yohanna bersikeras, kasus kematian Angeline merupakan pembunuhan berencana dengan banyak pihak yang terlibat.

“Kami akan terus kawal kasus ini. Jika terbukti (keluarga angkat Angeline) harus dihukum sesuai dengan aturan yang ada dalam Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegasnya.

Informasi yang dihimpun di ruang jenazah RS Sanglah, jenazah bocah yang baru saja dinyatakan naik kelas 3 SD ini ditemukan dengan dibungkus menggunakan sprei berwarna putih. Dalam sprei tersebut terdapat kain kemben warna merah motif bunga, boneka mainan Barbie, serta celana dalam anak.

Pada leher korban juga terdapat jeratan tali plastik warna coklat sebanyak empat lilitan dan pada ujungnya diikat simpul mati dengan disambung menggunakan tali palstik warna biru.

“ANG dibunuh sejak dinyatakan hilang pada 16 Mei lalu. Kemungkinan pada saat panik, baru melaporkan kehilangan,” ujar sumber.

Lebih dijelaskannya jika terdapat beberapa tanda kematian pada jenazah ANG.Terdapat luka memar pada sekujur tubuh bocah malang tersebut yakni luka memar pada paha kanan, bokong kanan, perut kanan. Terdapat juga luka bakar akibat disulut rokok, sedangkan luka pada kepala sudah membubur berwarna keabu-abuan akibat dibenturkan pada benda keras. Serta terlihat luka bekas lilitan seperti bekas ditarik pada lehernya.(dre/yes/mia/zul/r7)

Berita Lainnya

Lion Air JT 610 Bermasalah di Bali, Jatuh di Karawang

Redaksi LombokPost

16 Instansi Belum Umumkan Seleksi Administrasi CPNS

Redaksi Lombok Post

Jokowi Beri Sinyal Subsidi BPJS Kesehatan

Redaksi LombokPost

Tes CPNS Baru untuk Instansi Pusat

Redaksi LombokPost

Pendaftar CPNS Segera Lapor Dukcapil Kalau Data NIK Tidak Muncul Saat Daftar

Redaksi Lombok Post

Separo Kuota CPNS untuk Pendidik

Redaksi Lombok Post

Sampai Jumpa di Guangzhou 2022

Redaksi Lombok Post

Tiga Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci

Redaksi Lombok Post

Busana Adat Warnai Peringatan HUT RI di Istana

Redaksi Lombok Post