Lombok Post
Headline Tanjung

Soal Proyek Jalan, Dewan Gerah

LOKASI: Ini lokasi pembangunan ruas jalan Murjumeneng yang masih dipertanyakan. Tampak alat berat terparkir di pinggir jalan.

* Dinas PU Bilang Tidak Ada Pergeseran

TANJUNG – Proyek jalan Dusun Pengembuk ke Murjumeneng, Desa Sokong sepanjang dua kilometer menuai pertanyaan. Tidak hanya masyarakat, kalangan dewan pun ikut mempertanyakan. Ini terkait penggeseran nomenklatur pada DPA anggaran yang sudah disepakati dalam pembahasan APBD 2015.

Diketahui, awalnya proyek ini senilai Rp 1,4 miliar dalam DPA anggaran untuk pembangunan jalan sepanjang dua kilometer dari titik nol di Dusun Pengembuk. Tetapi tidak dibangun sesuai titik nol tersebut melainkan dibangun di tengah jalan yakni di ruas jalan Murjumeneng yang menuju Dusun Betumping.

Sontak, pergeseran itu mendapat protes warga. Tidak hanya itu, pergeseran juga mendapat sorotan Komisi I DPRD Lombok Utara. Pasalnya, dalam pembahasan disepakati dana senilai Rp 1,4 miliar untuk pagu anggaran pembangunan jalan tercantum untuk jalan Pengembuk-Murjumeneng.

Ketua Badan Legislasi DPRD Lombok Utara Zarkasi mengaku gerah. Pasalnya, kebiasaan buruk menggeser anggaran pembangunan sering dilakukan eksekutif kembali ditemukan. Kali ini, sebut Zarkasi, pembangunan jalan untuk Dusun Pengembuk-Murjumeneng dialihkan juga ke Murjumeneng-Betumping.

a�?Apapun alasannya PU Tamben dalam hal ini tetap salah. Karena, menggeser anggaran yang sudah disepakati dalam pembahasan bersama DPRD,a�? tegasnya.

Menurutnya, apa yang sudah tertera di DPA anggaran harus di patuhi karena itu tertuang dalam peraturan daerah (Perda). Menyangkut persoalan kesepakatan dengan masyarakat itu tidak ada alasan karena sudah tertuang dalam aturan.

a�?Mengenai adanya konvensasi 200 meter untuk sambungan ruas jalan Dusun Pengembuk, itu patut dipertanyakan. Artinya, dalam spesifikasi pembangunan yang dua kilometer itu pastinya akan berkurang, kemudian darimana anggarannya jika konvensasi itu dilakukan,a�? jelasnya.

a�?Kami tidak ingin kebiasaan buruk yang selalu dilakukan oleh instansi terkait selalu ditemukan,a�? imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang Binamarga Dinas PU, Perumahan, dan Tamben Lombok Utara Rijali Amin yang dikonfirmasi enggan bicara banyak. Pasalnya, persoalan itu menurutnya sudah diselesaikan bersama dan masyarakat menyetujuinya.

a�?Untuk pembangunan jalan Pengembuk-Murjumeneng sudah tidak ada persoalan lagi. Konteks persoalan yang tidak diterima warga hanya pada miskomunikasi saja,a�? jelasnya.

Terkait pergeseran yang dinilai tidak sesuai dengan nomenklatur di DPA anggaran itu menurutnya tidak ada pergeseran. Karena masih dalam konteks satu ruas jalan.

a�?Kita tidak melihat pada persoalan anggaran yang dinilai digeser. Kami lebih melihat pada konteks besaran pemanfaatan yang diterima warga masyarakat,a�? tukasnya.

Rijali menambahkan, pembangunan jalan Pengembuk-Murjumeneng mulai dibangun dari titik ujung ruas rabat jalan Pengembuk. Pertimbangannya adalah ruas jalan rabat yang dibangun tahun lalu itu masih bisa dimanfaatkan warga.

Selain itu, akses jalur Pengembuk-Murjumeneng-Betumping itu satu ruas jalan yang dimanfaatkan warga di Betumping. a�?Tidak ada pengalihan, karena ruas jalan penghubung tiga dusun itu hanya satu ruas jalan,a�? tandasnya. (puj/r11)

Berita Lainnya

Penangan Pascagempa Lamban

Redaksi LombokPost

SMPN 3 Jonggat Terapkan Pembelajaran Berbasis Siswa

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Siapkan Nikah Massal Gratis

Redaksi LombokPost

Hati-Hati, Pohon Mulai Bertumbangan!

Redaksi LombokPost

Jaksa Kumpulkan 96 Kades Terpilih

Redaksi LombokPost

Memahami Potensi Pemuda

Redaksi LombokPost

IGI Pertanyakan Kebijakan Sukiman

Redaksi LombokPost

26 Oven Untuk Petani Tembakau Lotim

Redaksi LombokPost

Garbi Bakal Gembosi PKS?

Redaksi LombokPost