Lombok Post
Sportivo

Tak Hanya Melatih, Bantu Tanamkan Nilai Luhur pada Atlet

LATIHAN: Atlet panjat tebing sedang latihan di Gelanggang Pemuda Mataram

*Pelatih Andalan NTB di PON XIX/2016 Jabar (8)

Seorang pelatih harus dapat menentukan dosis atau beban latihan yang sesuai dengan kebutuhan atlet secara individual. Pelatih juga harus mampu membina karakter dan mental atlet. Inilah yang dilakukan Adi Hendra Susanto pelatih panjat tebing Pelatda NTB.

***

MOTIVASIA�memilih karir sebagai pelatih tentu saja setiap orang tidak sama. Ada yang memilih karir menjadi pelatih karena ingin mengamalkan pengetahuan dan keterampilan. Namun ada juga yang beranggap dengan menjadi pelatih ia bisa mendapat kepuasan melihat anak didiknya meraih prestasi.

Adi Hendra Susanto, pria kelahiran 7 Oktober 1979 adalah salah satu pelatih yang dipercayakan KONI NTB untuk membantu NTB mendulang target 15 medali PON XIX/2016 Jabar. Kini setiap harinya ia bersama tim pelatih panjat tebing lainnya memberikan porsi latihan ektra kepada 12 atlet binaannya.

a�?Yang masuk Pelatda hanya Joni Kasria. Meskipun demikian, 11 atlet tetap dipersiapkan ikut kualifikasi Pra PON. Mereka tidak masuk PON karena terbentur persyaratan,a�? terangnya pada Lombok Post, kemarin.

Menatap PON, dia telah banyak menerapkan program latihan. Untuk itu, ia optimis bisa memberikan yang terbaik bagi daerah Bumi Gora di ajang multi even empat tahunan itu.

Sebagai perbadingan, pada gelaran PON Riau sebelumnya, atlet panjat tebing NTB hanya mampu berada diperingkat enam. Namun di PON XIX Jabar nanti, telah ditargetkan KONI untuk membawa pulang satu medali emas.

a�?Di Riau kita peringkat enam dengan diwakili lima atlet. Namun untuk tahun depan peluang meraih medali lebih besar karena akan diwakili 12 atlet,a�? jelasnya.

Berbicara masalah medali dan prestasi, sudah tidak ada yang meragukan Hendra. Medali terakhir yakni berhasil memboyong medali emas dan perak di Kejurnas Riau belum lama ini. Prestasi ini diraih di nomor bolder putri. a�?Kami tetap optimis bisa berbuat banyak di PON. Hanya saja harus kami harus fokus di babak kualifikasi,a�? ungkapnya.

Bagi seorang Hendra, seorang pelatih harus tercermin tingkah lakunya dalam melaksanakan tugas. Harus mampu membina para atlet untuk mengembangkan secara optimal fisik, mental dan tehnik.

Menurutnya, tugas seorang pelatih tidak hanya membantu atlet untuk mearih prestasi. Akan tetapi lebih jauh dari itu. Pelatih juga harus menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam olahraga. Artinya bukan hanya juara yang dikejar, akan tetapi prilaku sosial atlet juga harus diperhatikan.

a�?Prestasi memang penting. Namun harus dibarengi juga dengan prilaku,a�? ungkapnya.

Ia melihat, kenyataan dilapangan saat ini, tak jarang masih banyak pelatih yang memposisikan dirinya menjadi pelatih tidak disesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. a�?Banyak pelatih yang sering kali melupakan tugasnya. Itulah perlu kita benahi kedapannya untuk tidak seperti itu,a�? pungkasnya. (bersambung/MUHAMMAD ZAINUDDIN/r10)

Berita Lainnya

Selangkah Lagi Timnas U-19 Ke Piala Dunia

Redaksi Lombok Post

Huswatun Cetak Sejarah, Petinju Putri Pertama RI Raih Medali Asian Games

Redaksi Lombok Post

Zohri : Saya Nggak Percaya Bisa Juara

Prancis Fantastis! Juara Dunia setelah Tumbangkan Kroasia 4-2

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Zohri, Sprinter Pertama Indonesia yang Menjadi Juara Dunia

AS Roma Butuh Keajaiban Kedua

Redaksi LombokPost

Chilena Ronaldo Seindah Puisi

Redaksi Lombok Post

NTB Layak Jadi Tuan Rumah PON 2024

Redaksi Lombok Post