Lombok Post
Metropolis

Warga Tolak Rusunawa Amikom

PROTES : Warga Kekalik Timur mendatangi kantor Wali Kota Mataram untuk memprotes pembangunan Rusunawa Amikom, kemarin.

MATARAM a�� Warga RT 04, Lingkungan Kekalik Timur, Kelurahan Kekalik Jaya menolak pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di kompleks kampus Akademi Manajemen Informatika Komputer (Amikom) Mataram.

Warga keberatan karena pembangunan Rusunawa hanya akan merugikan warga setempat. Fauzi, salah satu warga mengatakan, mereka tidak ingin Rusunawa dibangun. Sebab lokasinya sangat sempit.

Warga khawatir, setelah dibangun akan menimbulkan banyak masalah bagi lingkungannya. Mulai dari lingkungan sosial, kebersihan, hingga keamanan. a�?Terutama masalah keamanan, sehingga kami menolak,a�? tegasnya.

Ia menyebutkan, luas lahan milik Amikom Mataram sekitar 64 are. Sebagian sudah dibangun untuk gedung kampus. Dan sisanya kini akan dijadikan Rusunawa bagi mahasiswa dan dosen. Warga berharap, pembangunan dibatalkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram HL Makmur Said yang memediasi warga menjelaskan, permasalahan tersebut sebenarnya harus disikapi lebih jeli oleh Amikom Mataram.

Caranya dengan membangun komunikasi yang baik dengan warga setempat. a�?Pihak kampus kurang sosialisasi saja, sebab warga tahu tiba-tiba ada pembangunan makanya diprotes,a�? kata Makmur.

Dari pengakuan warga, mereka khawatir dengan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. Padahal sebenarnya, keberadaan Rusunawa sangat bagus untuk membantu mereka yang tidak punya rumah tinggal.

Selain itu, hal utama yang membuat warga khawatir adalah keberadaan Rusunawa Amikom juga akan mematikan usaha kos-kosan milik warga. a�?Intinya, belum merasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mereka berasumsi, jangan-jangan dengan adanya Rusunawa, usaha kos-kosan mati,a�? ujar Sekda yang sudah menjabat selama 10 tahun ini.

Makmur berharap, kedua belah pihak bisa melakukan musyawarah mufakat sehingga ada titik temu. Rencananya, Rusunawa akan dibangun lima lantai. Dana sepenuhnya merupakan bantuan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Pemkot Mataram dalam hal ini hanya memberikan rekomendasi.
a�?Proses tender segala macam langsung pusat,a�? tandasnya.

Sementara perwakilan Amikom Mataram yang hadir dalam mediasi tersebut enggan memberikan penjelasan pada wartawan. (ili/r8)

Berita Lainnya

Ahyar Bakal Evaluasi Muslim

Redaksi LombokPost

UMK Jadi Pertimbangan Kenaikan Upah Honorer

Redaksi LombokPost

Hindari Berkendara Saat Hujan Lebat

Redaksi LombokPost

Pembuatan RISHA Kini Masalahnya Kekurangan Tukang

Redaksi LombokPost

Modal Awal Rp 800 Ribu, Kini Omzetnya Rp 2,5 Juta Sehari

Redaksi LombokPost

Hujan Deras, PDAM Tetap Ngadat

Redaksi LombokPost

Penyakit Menular Serang Anak Pengungsi

Redaksi LombokPost

Waspada ! Semua Pohon Berpotensi Tumbang!

Redaksi LombokPost

Lahan Menyempit, Petani Terjepit

Redaksi LombokPost