Lombok Post
Sumbawa

KSB Hanya Bentuk Tim Advokasi dan Pemulihan

KYAI ZUL

TALIWANG a�� Bupati Sumbawa Barat Dr KH Zulkifli Muhadli mengakui Pemda KSB akhirnya merubah dan kembali melakukan perampingan anggota maupun tugas dan fungsi tim yang dibentuk pasca pecahnya insiden Mei membara di Taliwang, beberapa waktu lalu.

Kyai Zul mengakui, sebelumnya Pemda KSB akhirnya merubah nama dari tim advokasi dan tim pencari fakta indipenden (TPFI) menjadi tim advokasi dan pemulihan. Hal ini dilakukan Pemda KSB setelah melihat sejumlah faktor termasuk situasi keterkinian KSB.

a�?a��Ini sudah kita tunjuk dan sudah ada SK, urusan dan masalah-masalah sosial seperti ini tidak ada yang tetap, dinamis dan terus berkembang. Sehingga kita tidak boleh ragu-ragu merubah, termasuk merubah dari TPF menjadi tim advokasi dan pemulihan,a��a�� katanya.

Perubahan nama tim maupun cara kerja tim ini sendiri disesuaikan dengan kondisi yang terjadi dimasyarakat saat ini. Setelah melalui pertimbangan panjang, pemerintah akhirnya hanya membentuk tim advokasi dan pemiluhan. Tim advokasi ini bertugas untuk memberikan pendampingan hukum terhadap 13 orang warga KSB yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden Mei membara itu.

Sementara tim pemulihan akan bertugas untuk melakukan pemulihan truma keluarga korban maupun masyarakat KSB pasca pecahnya insiden berdarah pada Mei lalu itu. a�?a��Setiap saat situasinya dimasyarakat itu terus berubah-ubah, ini tentunya harus disesuaikan. Anggotapun dirampingkan dan disederhana, tugas tim ini mendampingi keluarga korban dan tersangka selama dikepolisian dan pemulihan trauma masyarakat. Supaya trauma masyarakat itu tidak berkepanjangan,a��a�� tambahnya.

Salah satu yang akan diperjuangan oleh tim advokasi nanti adalah meminta kepolisian untuk memberikan penangguhan penahanan terhadap 13 orang tersangka. Pertimbangan tersebut karena beberapa alasan, salah satunya jarak atau tempat penahanan para tersangka ini cukup jauh. a�?a��Kalau ditahan di Mataram itukan cukup jauh, keluarga tidak bisa menjengguk, kalaupun tetap ditahan sebaiknya ditahan di KSB, atau ditahan di Sumbawa, pada saat proses persidangannya nanti. Sehingga keluarga bisa lebih dekat dan leluasa untuk menjengguk,a��a�� harapnya.

Seperti diketahui, saat ini ke 13 orang warga KSB yang terkait dalam insiden Mei membara itu berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Pelimpahan tahap pertama ini dilakukan kepolisian untuk mempercepat proses persidangan terhadap para tersangka. Ke 13 orang itu dijerat dengan pasal berbeda-beda, baik sebagai aktor intelektual (dalang) kerusuhan, pengerusakan dan pelemparan dan pelanggaran UU ITE.

Bahkan beberapa diantaranya ada yang diganjar dengan pasal berlapis, yaitu aktor intelektual, pengerusakan maupun ITE. Ancaman hukuman dalam pasal-pasal yang dijuntokan itu cukup berat antara lima sampai enam tahun.(far/r9)

Berita Lainnya

Dana Bantuan Korban Gempa Cair Pekan Ini

Redaksi LombokPost

Perpustakaan Cempi Jaya Banggakan Dompu

Redaksi LombokPost

Minyak Sumbawa Sangat Layak Menasional

Redaksi LombokPost

Puluhan Lampu Terpasang, Kota Bima Semakin Terang

Redaksi LombokPost

KPU Dompu Publikasikan Daftar Caleg Sementara

Redaksi LombokPost

Pelayanan RSUD Sumbawa Mulai Dibenahi

Jalan Teladan-Kelawis dan Batu Rotok Tuntas

Berkas SMKN Lunyuk Dikirim ke Kejaksaan

Istri Jadi TKW, GT Hamili Anak Kandungnya