Lombok Post
Headline Tanjung

Lobar Setengah Hati

HEARING: LSM NPW saat hearing bersama Pemkab Lombok Utara dan DPRD membahas masalah aset

* Serahkan Tiga dari Lima Jenis Aset

TANJUNG – Kewajiban Lombok Barat menyerahkan aset ke Lombok Utara belum sepenuhnya dilakukan. Dari kewajiban serah terima aset tahap II saja, Lobar harus menyertakan lima aset lagi.

Kelimanya mencakup lahan Amor-Amor, Pasar Seni Gili Trawangan, Pustu Teniga, SDN Telok Nara dan Pasar Hewan. Namun dua jenis aset pertama diatas tidak disertakan dalam daftar yang akan diserahkan oleh Lobar ke Lombok Utara.

a�?Yang disetujui Lombok Barat hanya tiga. Sedang aset Amor-Amor dan aset Pasar Seni tidak disertakan dalam daftar aset yang akan diserahkan. Kita tidak tahu apa alasannya,a�? ungkap Asisten I Setda Lombok Utara Kholidi Kholil saat hearing bersama LSM Nusantara Parliement Watch (NPW) di aula DPRD Lombok Utara.

Pantauan Lombok Post, dalam hearing bersama pemkab dan dewan, NPW meminta kejelasan sikap pemkab terkait penyelesaian masalah aset dengan Lobar yang tidak kunjung selesai.

Kholidi menjelaskan, secara umum serah terima aset dari Lobar masih menemui banyak hambatan. Saat penyerahan aset tahap pertama saja, Lobar terkesan hanya memberi daftar aset tertulis. Sedang beberapa aset tidak ketahui fisiknya. Dalam proses serah terima, aset dibuktikan dengan berita acara. Kholidi mengingat, Lombok Utara pernah menolak menandatangani berita acara serah terima aset tahap pertama karena alasan itu.

a�?Tahun 2011 saat HUT Lombok Utara, masih banyak aset lain belum tercatat di daftar penyerahan aset,a�? ujar Kholidi mengingat.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Lombok Utara Ardianto mengatakan, pihaknya saat ini menunggu kepastian jawaban surat bupati yang dilayangkan ke Lobar terkait penyelesaian sengketa aset kedua pihak.

Apabila surat itu tidak dibalas dan sertifikat masih dipegang Lobar, maka DPRD Lombok Utara menganggap Lobar tidak memiliki niat mengikuti UU Nomor 26 tahun 2008 tentang Berdirinya Kabupaten Lombok Utara.

a�?Klaim mereka atas aset itu, hanya karena sertifikat aset itu di Lobar. Dalam penyerahan aset sebelumnya, hanya dua sertifikat ini saja yang tidak diungkap,a�? tandasnya.

Ia menyebut, proses penyerahan aset dari Lobar yang disaksikan BPK Perwakilan NTB 24 April lalu, hanya menyerahkan nilai aset sebesar Rp 30, 404 miliar lebih.

Penyerahan itu dicantumkan dalam berita acara kesepakatan nomor 965/101/KAD/2015 dan nomor 030/39/DPPKAD/2015 yang ditandatangani Sekda dan Ketua DPRD masing-masing pihak.

Pada berita acara itu terdapat catatan, salah satunya poin satu berbunyi tanah pemda yang berada di Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan seluas 607.000 meter persegi dan tanah Pemda di Gili Trawangan, Desa gili Indah, Kecamatan Pemenang seluas 2.400 meter persegi, dapat disertakan dalam penyerahan aset tahap II dari Lobar ke Lombok Utara. (puj/r11)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi

Redaksi LombokPost

Bantuan Air Bersih Dihentikan

Redaksi LombokPost

Pembangunan Rumah Korban Gempa Lamban

Redaksi LombokPost

Pilkades Serentak Harus Dievaluasi

Redaksi LombokPost

4564 Honorer Lotim Akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost

Akhirnya Darmaga Labuhan Haji Dikeruk Juga!

Redaksi LombokPost

Sekda Izinkan Huntara BUMN yang Tak Ditempati Dibongkar, Asal…

Redaksi LombokPost

Empat Puskesmas Darurat Mulai Beroperasi

Redaksi LombokPost

7.000 Petisi Penolakan Juknis Bantuan Gempa

Redaksi LombokPost