Lombok Post
Headline Tanjung

Satu TKW Kritis di Mesir

DAFTAR: Salah satu calon TKI saat mendaftarkan diri di Dinsosnakertrans Lotim

* Jatuh dari Lantai Lima Apartemen

SELONG – Baru-baru ini, satu tenaga kerja wanita (TKW) asal Lungkak, Ketapang Raya, Keruak kritis di Mesir. Wanita bernama Mariani Dera ini dirawat intensif di rumah sakit setelah terjatuh dari lantai lima sebuah gedung apartemen.

a�?Di data dia tidak ada. Kita juga tak pernah kirim ke Mesir,a�? jelas Lalu Bahtiar, Kasi perlindungan Dinsosnakertrans Lotim.

Setelah mendapat info Rabu sore dari Kemenlu RI, pemerintah langsung mencoba mencari pihak desa. Rencananya hari ini (Jumat,red), pihaknya akan menemui keluarga guna mengorek informasi bagaimana Mariani berangkat ke Mesir.

Sementara pendampingan di Mesir sudah dilakukan pihak kedutaan dan kementerian luar negeri bersama pihak terkait lainnya. Menurutnya, keberangkatan Mariani ini belum bisa dipastikan ilegal.

a�?Siapa tau dia berangkat dari luar daerah. Makanya kita cek infonya ke keluarga,a�? sebutnya.

Bahtiar menambahkan, hingga tengah tahun ini Lotim mengirim 5.740 TKI ke berbagai negara utamanya Malaysia. Pemerintah berharap sebelum berangkat mereka bisa menyiapkan diri dengan mengikuti beragam pelatihan keterampilan.

a�?Kalau tak boleh jadi pembantu, kan masih bisa jadi cleaning service atau juru masak yang masuk kategori sektor formal,a�? pungkas Bahtiar.

Sementara, Kabid Bina Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Lotim M Supriadi mengatakan, moratorium TKI sektor informal yang diberlakukan di Timur Tengah mulai berdampak pada Lombok Timur.

a�?Lihat kantor ini, yang daftar mau berangkat sekarang sepi sekali,a�? katanya.

Dijelaskan, sebelum ada aturan itu setiap hari kantornya penuh orang yang mengurus beragam keperluan sebelum berangkat. Itu karena sektor informal memang menjadi andalan para buruh migran Lotim.

Mereka yang tak memiliki bekal keterampilan dan skill memadai umumnya menyasar sektor rumah tangga. a�?Jadi sekarang banyak yang nganggur, devisa berkurang. Kiriman ke desa juga menurun drastis,a�? lanjutnya.

Pelarangan TKI informal itu dikatakan pada dasarnya bertujuan baik. Selama ini tenaga non formal kerap menjadi masalah. Mereka umumnya lemah dimata hukum. Di sisi lain, pemerintah kerap kesulitan membantu. Namun dengan penghentian itu, cara ilegal mulai dimanfaatkan para tekong dan pihak lainnya.(yuk/r11)

Berita Lainnya

Kartu Nikah Sebatas Wacana

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penyedia Panel RISHA

Redaksi LombokPost

Sepakat, UMK Mataram Rp 2.013.000

Redaksi LombokPost

Pemkab Loteng Bangun Pendeteksi Tsunami

Redaksi LombokPost

50 Orang Dilatih Jadi Aplikator Risha

Redaksi LombokPost

Rekruitmen P3K Diharapkan Bisa Mulai Tahun Depan

Redaksi LombokPost

Kantor Sementara DPRD Mulai Dibangun

Redaksi LombokPost

Warga Dusun Boyotan Terancam Tak Dapat Rp 50 Juta

Redaksi LombokPost

Baru 40 Sekolah Rusak Berat Dirobohkan

Redaksi LombokPost