Lombok Post
Ekonomi Bisnis Headline

Pembangunan Smelter Tergantung Investor

General Manager Operasional PT NNT Tony Espelin

*Willgo: UU Minerba Harus Tetap Diterapkan

MATARAM – Banyak pihak mengharapkan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) membangun smelter di Pulau Sumbawa. Keberadaan smelter ini diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian NTB. Dibangunnya smelter di NTB membuka peluang ditunjuknya daerah ini sebagai sentra industri nasional.

Namun, pembangunan smelter di NTB ini sepertinya tidak bisa terlaksana. General Manager Operasional PT NNT Tony Espelin menuturkan, pada prinsipnya PT NNT mendukung program pemerintah. Namun untuk membangun smelter di Pulau Sumbawa, pihaknya sebagai suplier tidak bisa menentukan.

a�?Pembangunan smelter tergantung investornya,a�? kata Tony pada Lombok Post, Kamis (11/6) lalu.

Namun Tony berjanji akan memantau perkembangan di perusahaan untuk mengetahui apakah pembangunan smelter tersebut bisa dilakukan di Pulau Sumbawa atau tidak.

Terpisah, anggota Komisi XI DPR RI H Willgo Zainar menuturkan, pemerintah telah memberikan lampu hijau untuk perpanjangan izin ekspor konsentrat PT NNT. Namun tidak berarti Undang-undang Mineral dan Batubara (Minerba) tidak berlaku. Perusahaan tambang diberi kesempatan menuntaskan pembangunan smelter sampai 2017. Jika tahun itu masih ada perusahaan tambang yang belum membangun smelter maka dia bisa ekspor asal membayar bea keluar 60 persen.

a�?Semua perusahaan tambang terkena aturan ini, tidak terkecuali Newmont,a�? ujarnya.

Menurutnya pemerintah sudah sangat bijaksana memberikan waktu yang cukup pada Newmont untuk menyiapkan infrastruktur smelternya. Namun, pada menit terakhir Newmont baru menyampaikan tidak mampu berinvestasi smelter. Lantaran menghitung biaya investasi yang menurut Newmont tidak memiliki nilai keekonomian.

a�?UU Minerba harus dilaksanakan apapun kondisi dan konsekuensinya, karena ini amanat konstitusi,a�? papar Willgo.

Kalaupun Newmont tidak mampu dan tidak mau investasi membangun smelter, kata dia, masih ada perusahaan yang mau dan mampu untuk membangun smelter. Namun Newmoont harus bersedia melakukan kontrak jaminan penawaran konsentratnya untuk diproses oleh perusahaan tersebut.

a�?Smelter harus wajib di bangun di wilayah tambang itu berada,a�? tegasnya.

Willgo menambahkan, dirinya telah melakukan komunikasi dengan Kementerian ESDM. Hanya saja dia belum tahu hasilnya. Sehingga dia mengimbau agar pemerintah tetap mensyaratkan Newmont untuk membangun smelter, sebagai syarat perpanjangan kontrak konsentratnya. (ewi/r4)

Berita Lainnya

Jasad Bayi Membusuk di Bukit Korea

Redaksi LombokPost

Polda NTB Berikan Data Penyidikan ke Bareskrim

Redaksi LombokPost

Waspada Banjir Kiriman!

Redaksi LombokPost

Dinas Pendidikan Loteng Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Redaksi LombokPost

Waspada Calo PNS !

Redaksi LombokPost

Sosialisasikan Migrasi Aman Dengan Drama Rudat

Redaksi LombokPost

Sukiman Ungkap Kekecawaan di Hari Pahlawan

Redaksi LombokPost

Bank Mandiri-Hiswana Migas-Pertamina Jalin Kerjasama

Redaksi Lombok Post

Baru Satu Kabupaten Ajukan UMK

Redaksi LombokPost