Lombok Post
Metropolis

RSUP NTB Siap Tangani Pasien MERS

AJUKAN DESAIN: Pemkot Mataram akan mengajukan desain untuk membangun RTH di lahan bekas RSUP NTB ini setelah pindah ke Dasan Cermen nanti.
AJUKAN DESAIN: Pemkot Mataram akan mengajukan desain untuk membangun RTH di lahan bekas RSUP NTB ini setelah pindah ke Dasan Cermen nanti.

MATARAM – Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB memastikan kesiapan mereka menangani pasien yang tertular penyakit Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS-CoV) yang kini sudah menyerang Korea Selatan. Ruang isolasi, dan prosedur penanganan telah siap. Termasuk juga para tenaga medis.

a�?Kita siap. Sudah ada prosedur tetap juga dari Kementerian Kesehatan untuk kita ikuti,a�? kata Direktur RSUP NTB H Mawardi Hamry kepada Lombok Post.

Dalam penanganan pasien yang terduga maupun yang positif terserang virus MERS ini, terlebih dahulu, pasien kata dia akan ditempatkan dalam ruang isolasi. Tenaga medis maupun keluarga yang berinteraksi dengan pasien harus memakai baju khusus. Pemantauan terhadap pasien dilakukan selama 24 jam.

Sesuai protap pula, tenaga medis yang keluar dari ruang isolasi, baju yang dipakai harus dibakar. Hal ini agar siapa saja yang keluar dari ruang pasien tidak membawa kuman atau virus MERS.

Ia menjelaskan, pada dasarnya jika kondisi fisik fit, masyarakat yang terkena gejala bisa sembuh sendiri. Hanya saja virus MERS ini merupakan tipe virus yang sangat cepat penularannya. Jadi perlu penanganan isolasi agar menghindari penyebaran virus.

Menurut Mawardi, sebagai rumah sakit yang menjadi rujukan penyakit darurat, sarana dan prasana di RSUP saat ini cukup lengkap. RSUP NTB juga telah memiliki dokter spesialis seperti dokter spesialis paru dan penyakit dalam untuk penanganan pasien. a�?Walaupun belum ada kasus, tapi RSUP tetap siaga,a�? ujar mantan Direktur RSUP Soejono Selong, ini.

Pola penularan virus MERS memang biasa muncul pada pertengahan tahun di bulan Juni hingga Agustus. Dan ini merupakan pola penularan secara periodik. Hal tersebut wajar menurut Mawardi. a�?MERS seperti demam berdarah yang berulang terus tiap tahunnya pada bulan-bulan tertentu dan hilang jika tidak musimnya,a�? jelasnya. (cr-dit/r12)

Berita Lainnya

Taksi Online Jangan Parkir Sembarangan!

Redaksi LombokPost

Bantuan Jadup Urung Disalurkan

Redaksi LombokPost

Pajak Panelnya Dihapus Dong!

Redaksi LombokPost

Rajin Blusukan ke Sejumlah Sentra Kerajinan Tenun

Redaksi LombokPost

Kreatif..!! Babinsa di Mataram Ganti BBM Motor Dengan Elpiji 3 Kg

Redaksi LombokPost

Ada Kemungkinan Passing Grade Diturunkan

Redaksi LombokPost

Anggota Pokmas Harus Lebih Rajin

Redaksi LombokPost

Mantap, Wali Kota Ingin UMK Naik

Redaksi Lombok Post

Peserta Tes CPNS Dilarang Bawa Jimat

Redaksi Lombok Post