Lombok Post
Metropolis

Ini Baru Namanya Mal

* Karyawan LEM Tidak Dilarang Berjilbab

MATARAM a�� Manajemen Lombok Epicentrum Mal (LEM) tidak melarang para karyawan menggunakan jilbab. Sejak awal mereka menekankan, agar tenant mengikuti kebijakan dari Pemkot Mataram untuk membebaskan pekerja menggunakan jilbab.

a�?Kalau mereka mau pakai jilbab, kita sarankan. Tidak ada larangan,a�? tegas General Manager LEM Salim Abdad.

Kebijakan mal terbesar di NTB ini patut diacungi jempol. Mereka menghargai mayoritas penduduk di NTB beragama Islam.

Ia menjamin di semua tenant yang ada di LEM tidak melarang karyawan menggunakan jilbab. Semua pihak, menurutnya berkepentingan dan mengakomodasi aturan pemerintah. a�?Cuma warna diseragamkan, seperti apa mereka terapkan. Harus warnanya ini dan itu,a�? terangnya.

Dengan beroperasinya LEM, jumlah tenaga kerja yang akan diserap mencapai 2.500 orang. Proses perekrutannya sejak awal sudah melibatkan lurah, kecamatan dan pihak terkait. a�?Para tenant seperti Matahari mereka justru merekrut tenaga lokal lebih banyak, dua bulan sudah dilatih,a�? ujarnya. (ili/r8)

Berita Lainnya

Bukan Tidak Tahu, tapi Malas Patuh!

Redaksi LombokPost

Uang Nomor Dua, Paling Penting Lingkungan Bebas Sampah

Redaksi LombokPost

Mohan Bikin Kejutan di Mataram Jazz & World Music Festival 2018

Redaksi LombokPost

Setengah Hati Urusi Bisnis “Nakal”

Redaksi LombokPost

Bangunan Tua Itu Perlu Direnovasi

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Panik Lagi

Redaksi Lombok Post

Pintu Beasiswa Eropa Terbuka Lebar untuk Pelajar NTB

Redaksi Lombok Post

Gempa Lagi, Lombok Belum Stabil

Redaksi Lombok Post

Akhirnya, Revisi Perda RTRW Sah!

Redaksi Lombok Post